Puskesmas Batu Ampar Beri Pendampingan Kehamilan Muda, Gencarkan Edukasi dan Pendekatan Sosial

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Kehamilan di usia muda masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di berbagai daera, termasuk di wilayah Batu Ampar, dimana Puskesmas Batu Ampar sepanjang tahun ini menemukan beberapa kasus ibu hamil di bawah 18 tahun. Angka ini, menurut tenaga kesehatan, bukan alasan untuk menghakimi, melainkan momentum untuk merangkul dan memastikan tidak ada ibu dan bayi yang tertinggal dari layanan kesehatan.

Puskesmas Batu Ampar Beri Pendampingan Kehamilan Muda

Puskesmas Batu Ampar mengambil peran aktif melalui layanan pendampingan penuh, khususnya bagi remaja di bawah 18 tahun yang mengalami kehamilan muda. Mereka tidak hanya diperiksa, tetapi didampingi, diantar langsung ke dokter kandungan, dipantau kesehatannya, hingga menjalani proses persalinan dan pasca lahir.

“Kalau dia datang ke sini, pasti kami dampingi sampai proses persalinan. Jadi sebenarnya ketika sudah terjadi, tidak usah takut untuk periksa,” ujar salah Bidan Puskesmas Batu Ampar, Imelda Paewangan, A.Md, Keb pada Rabu (26/11/2025).

Namun, stigma dan rasa takut masih menjadi hambatan utama. Banyak remaja yang mengalami kehamilan muda menunda pemeriksaan ke puskesmas karena khawatir dinilai atau dimarahi. Akibatnya, mayoritas baru berani datang saat usia kehamilan memasuki 5–6 bulan.

“Mereka datangnya saat kandungan sudah 5 atau 6 bulan. Padahal kalau datang lebih awal, pendampingan bisa lebih dini, pemeriksaannya lebih optimal, dan prosesnya lebih aman untuk ibu dan bayi,” tambahnya.

Menurutnya, keterlambatan bukan karena tidak ada kepedulian, tetapi karena kurangnya rasa aman dan informasi di sekitar remaja. Di sinilah Puskesmas hadir sebagai ruang yang bebas rasa takut, membangun kepercayaan, dan memberikan dukungan kesehatan tanpa menghakimi.

Pendampingan Kesehatan untuk Ibu Remaja

Bagi remaja di bawah 18 tahun, pendampingan Puskesmas Batu Ampar mencakup:

  • Skrining kesehatan ibu dan janin
  • Rujukan terarah ke dokter spesialis kandungan
  • Pendampingan intensif hingga hari persalinan
  • Pemantauan setelah bayi lahir
  • Dukungan edukasi kesehatan reproduksi bagi keluarga dan lingkungan remaja

Pendampingan ini juga menjadi kesempatan untuk menguatkan pola asuh, nutrisi, dan kesehatan mental ibu muda, sehingga bayi yang lahir mendapat awal kehidupan yang lebih sehat. Petugas kesehatan puskesmas menegaskan bahwa penting untuk mengganti stigma “tempat dimarahi” menjadi “tempat di rawat dan di temani sampai pulih dan kuat kembali.” Imbauan kepada masyarakat pun disampaikan dengan pendekatan membangun:

“Bukan terlambat itu salah, yang salah adalah kalau tidak periksa sama sekali. Jadi kami ingin bilang: kalau sudah terjadi, ayo datang. Kami ada. Tidak perlu takut. Kesehatan ibu dan bayi adalah prioritas,” ujar Imelda.

Penguatan Edukasi ke Sekolah dan Komunitas

Selain di poli KIA, Puskesmas Batu Ampar juga mulai memperkuat edukasi ke sekolah dan forum warga melalui:

  • Kelas kesehatan reproduksi remaja
  • Edukasi keluarga tentang risiko kehamilan di bawah 18 tahun
  • Akses informasi bahwa layanan pendampingan tersedia gratis di puskesmas
  • Pendekatan “jemput bola” bila di temukan kasus yang membutuhkan perhatian cepat

Harapannya, ketika remaja tahu bahwa mereka tidak sendirian, keberanian untuk periksa bisa muncul lebih cepat dari rasa takutnya. Di Batu Ampar, hamil muda tidak di anggap sebagai akhir cerita, melainkan awal babak baru yang harus di lalui dengan dukungan kesehatan yang tepat. Dari yang awalnya takut, perlahan menjadi terawat. Dari yang menutup diri, bertransformasi menjadi ibu muda yang sadar kesehatan dirinya dan masa depan anaknya.

Karena di Puskesmas Batu Ampar, pintu pelayanan tidak pernah tertutup untuk siapa pun, justru semakin cepat di buka, semakin banyak yang bisa di selamatkan yaitu kesehatan ibu, keselamatan bayi, dan harapan masa depan yang lebih sehat. (yad/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *