Puskesmas Margo Mulyo Tekankan Edukasi Pencegahan Penularan TBC, Pasien Dianjurkan Tidur Terpisah

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Upaya mencegah penularan Tuberkulosis (TBC) tidak hanya bergantung pada obat, tetapi juga pada kebiasaan sehari-hari di lingkungan rumah. Karena itu, Puskesmas Margo Mulyo terus memperkuat edukasi kepada pasien dan keluarga, terutama saat masa pengobatan awal di mana risiko penularan masih cukup tinggi.

Dokter Umum Puskesmas Margo Mulyo, dr. Aditiya Setyorini, menjelaskan bahwa pasien dengan hasil dahak positif disarankan untuk tidur di kamar terpisah selama dua bulan pertama pengobatan.

“Ini penting untuk mengurangi risiko penularan kepada anggota keluarga lain. Kalau pun harus beraktivitas bersama, tetap kami anjurkan memakai masker,” ucapnya, Sabtu (29/11/2025).

Menurutnya, TBC menular melalui droplet yang keluar saat pasien batuk, berbicara, atau bahkan bernyanyi. Karena itu, edukasi menjadi pondasi utama yang tidak boleh terlewatkan.

“Pasien harus memakai masker, tidak membuang dahak sembarangan, dan sebaiknya membuang dahak di tempat khusus yang bisa dibersihkan,” tambah dr. Aditiya.

Dia juga mengingatkan pentingnya sirkulasi udara yang baik di dalam rumah. Membuka jendela, memastikan ventilasi berfungsi, serta membiarkan cahaya matahari masuk dapat membantu meminimalkan keberadaan kuman penyebab TBC. Langkah ini dianggap sederhana, namun sangat berpengaruh bagi kesehatan seluruh penghuni rumah.

Selain menjaga lingkungan, pemenuhan nutrisi yang cukup juga menjadi kunci kesembuhan. “Tubuh membutuhkan kekuatan untuk melawan infeksi. Asupan makanan bergizi sangat membantu mempercepat proses pemulihan pasien,” jelasnya.

Tidak hanya pasien, keluarga juga diminta berhati-hati dan peka terhadap gejala TBC. Jika ada anggota keluarga yang mengalami batuk lebih dari dua minggu, demam tanpa sebab jelas, atau penurunan berat badan, mereka dianjurkan segera memeriksakan dahak. Puskesmas juga dapat memberikan terapi pencegahan TBC bagi keluarga yang memenuhi kriteria.

Melalui edukasi yang konsisten dan keterlibatan aktif keluarga, Puskesmas Margo Mulyo berharap proses penyembuhan pasien berlangsung lebih aman sekaligus meminimalkan risiko penularan di lingkungan rumah. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *