Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN — Rahas Swastiratu Oktabriani, A.Md.Gz, tidak pernah membayangkan dirinya akan berkarier sebagai ahli gizi. Sejak kecil, perempuan yang akrab disapa Rahas ini justru bercita-cita menjadi anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad), mengikuti jejak ayahnya yang merupakan anggota TNI. “Dari dulu inginnya jadi Kowad, mungkin karena melihat ayah saya,” kenangnya.
Namun cita-cita itu kandas setelah ayahnya sendiri tidak memberikan restu. Sang ayah mendorong Rahas untuk menekuni bidang kesehatan, meski ia belum tahu harus memilih jalur apa. Karena ingin menghindari jurusan yang penuh hitungan, ia memilih program studi gizi di Akademi Gizi Surabaya. “Saya kira gizi itu cuma soal makanan, ternyata isinya banyak hitungan dan rumus,” ucapnya sambil tertawa, Jumat (28/11/2025)
Karier dan Pengabdian Rahas Swastiratu Oktabriani di Dunia Kesehatan Masyarakat
Rahas menempuh pendidikan di Sidoarjo dan lulus pada 2016. Setelahnya, ia bekerja di lapangan bersama salah satu lembaga nutrisi nasional yang menangani intervensi gizi masyarakat. Pengalaman tersebut memperkenalkannya pada dunia kesehatan masyarakat sebenarnya dan berinteraksi dengan warga, memberikan edukasi, dan memahami permasalahan gizi di berbagai daerah.
Pada 2021, Rahas mengikuti suaminya pindah ke Balikpapan. Ia sempat bekerja di lingkungan Kodam sebagai tenaga kesehatan sebelum akhirnya bergabung dengan Puskesmas Margo Mulyo sebagai Ahli Gizi. Meski perjalanan hidupnya melenceng jauh dari cita-cita awal menjadi Kowad, Rahas justru menemukan kenyamanan dalam profesinya sekarang.
Dedikasi Rahas untuk Edukasi dan Pelayanan Gizi
Rahas mengaku sangat menikmati pekerjaannya, terutama karena ia senang berinteraksi dan berbicara di depan banyak orang. “Saya suka ngobrol, suka menjelaskan, suka memberi arahan. Jadi pekerjaan sebagai ahli gizi ini cocok sekali,” ujarnya.
Sebagai tenaga gizi di pelayanan primer, Rahas menangani berbagai persoalan mulai dari edukasi pola makan, pemantauan status gizi, hingga penanganan kasus gizi buruk yang kini menjadi prioritas nasional.
Ia berharap kehadirannya di Puskesmas Margo Mulyo dapat memberi dampak nyata bagi masyarakat. “Harapannya, masyarakat bisa lebih sadar gizi dan permasalahan gizi di wilayah kita bisa diatasi dengan lebih baik. Tidak harus hilang sepenuhnya, tetapi bisa tertangani,” kata Rahas
Dengan semangat melayani dan kemampuan komunikasi yang kuat, Rahas menunjukkan bahwa jalan hidup tidak selalu harus mengikuti rencana awal. Dari keinginan menjadi Kowad, ia kini menjadi sosok penting dalam edukasi dan pelayanan gizi masyarakat di Balikpapan. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)






