Silfia Enggia Ningsih, Dari Pedalaman Perbatasan Kini Mengabdi di Puskesmas Margo Mulyo

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Tidak banyak yang tahu bahwa sebelum bertugas di Puskesmas Margo Mulyo, Silfia Enggia Ningsih, A.Md.KL, pernah mengabdi di daerah pedalaman melalui program Nusantara Sehat. Perempuan asal Jambi ini pertama kali meninggalkan kampung halamannya pada 2018, setahun setelah ia lulus dari Poltekkes Kemenkes Jambi.

Silfia ditempatkan di Kutai Barat (Kubar), tepatnya di wilayah perbatasan Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Ia bertugas seorang diri sebagai tenaga kesehatan lingkungan di salah satu puskesmas pedalaman. Tantangan yang dihadapi jauh berbeda dari fasilitas kesehatan di perkotaan. “Akomodasi sulit, transportasi jauh, jalan rusak, listrik pun masih minim,” kenangnya, Jumat (28/11/2025).

Tantangan Besar di Pedalaman dan Perubahan yang Ia Saksikan

Selain kondisi infrastruktur, tantangan lain yang ia hadapi adalah perilaku masyarakat. Banyak warga masih memegang kuat tradisi lama dan belum sepenuhnya terbiasa dengan praktik kesehatan modern. Meski demikian, Silfia melihat masyarakat setempat cukup mudah menerima edukasi, meski prosesnya bertahap. “Alhamdulillah ada peningkatan. Mereka mulai lebih peduli pada kesehatan lingkungan,” ujarnya.

Menariknya, Silfia tidak tumbuh dengan cita-cita menjadi tenaga kesehatan. Ia justru ingin masuk jurusan komputer atau IT. Namun pilihan itu tidak mendapat restu orang tua, sehingga ia mencoba jurusan kesehatan lingkungan di Poltekkes dan lolos. Meski awalnya ragu, ia perlahan menemukan bahwa bidang kesehatan lingkungan memiliki cakupan yang jauh lebih luas daripada yang ia bayangkan.

Peran Kesling Silfia Enggia Ningsih yang Semakin Ia Pahami

“Awalnya saya kira hanya tentang lingkungan fisik atau tanaman. Ternyata banyak hal yang dipelajari: penyakit, kualitas air, sanitasi, dan lainnya,” kata Silfia. Pengalaman di pedalaman membuatnya semakin memahami pentingnya peran kesling dalam pelayanan kesehatan masyarakat, terutama di daerah terpencil.

Kini bertugas di Puskesmas Margo Mulyo, Silfia menatap kariernya dengan lebih matang. Ia berharap dapat terus berkembang, baik secara pribadi maupun profesional. “Semoga saya bisa menjadi lebih baik dari hari ini,” ungkapnya.

Untuk masyarakat, Silfia memiliki doa sederhana namun berarti: agar mereka semakin peduli pada kesehatan dan kualitas lingkungan. Karena baginya, kesehatan lingkungan adalah fondasi penting bagi masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *