Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Perjalanan karier Icha Kristy, A.Md.AK, Analist Kesehatan Puskesmas Margo Mulyo, bukanlah cerita yang berjalan lurus. Berawal dari dunia keperawatan, Icha justru menemukan kenyamanan dan masa depan yang berbeda di bidang analis kesehatan.
Lulusan SMK Perawat Harapan Bakti Kota Balikpapan tahun 2013 ini awalnya menjalani magang di Rumah Sakit Bhayangkara. Pengalaman itu membentuk pandangannya tentang profesi perawat, namun juga membuatnya menyadari bahwa ia tidak ingin melanjutkan kuliah di bidang yang sama. “Aku capek, mas. Disuruh-suruh terus waktu magang. Jadi pas ditanya mau kuliah apa, aku bilang nggak mau perawat lagi,” kenangnya, Kamis (27/11/2025).
Perantauan, Pendidikan, dan Pengalaman Lapangan Icha Kristy
Pada akhirnya, Icha memilih merantau ke Makassar dan melanjutkan pendidikan di Universitas Indonesia Timur, mengambil Diploma 3 Analis Kesehatan. Ia menamatkan studinya pada tahun 2017. Setelah lulus, ia mencoba peruntungan sebagai analis di luar pulau. Icha sempat bekerja enam bulan di Papua sebelum mengikuti program Nusantara Sehat dari Kementerian Kesehatan. Melalui program tersebut, ia ditempatkan di wilayah pedalaman Melak selama dua tahun.
Selesai menjalankan tugas, Icha kembali ke Balikpapan dan bekerja sebagai tenaga honor di Puskesmas Sayang Ibu pada masa awal pandemi COVID-19 sekitar tahun 2020. Tidak lama kemudian, ia mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Dari seluruh puskesmas, hanya Puskesmas Margo Mulyo yang membuka formasi analis kesehatan saat itu. Ia mencoba dan berhasil lulus.
Lingkungan Kerja dan Motivasi Pribadi
Sudah hampir tiga tahun bekerja di Puskesmas Margo Mulyo, Icha mengaku sangat menikmati lingkungan kerjanya. Menurutnya, suasana kekeluargaan yang kuat serta rekan-rekan yang sebagian besar masih berusia muda membuatnya merasa nyaman.
“Teman-temannya baik dan juga asik dan satu frekuensi. Jadi kerjanya enak,” ujarnya. Icha mengakui bahwa sejak kecil sebenarnya ia bercita-cita menjadi dokter. Namun, ia merasa jalan hidup dan rezekinya membawanya ke profesi analis. Selain itu, keluarga besarnya banyak berkecimpung di bidang yang sama, kakak dan beberapa sepupunya berprofesi sebagai analis kesehatan. “Mereka bilang kerjanya enak dan gampang cari kerja. Ternyata betul, di ruangan saja, nggak harus keliling seperti perawat,” katanya sambil tersenyum.
Harapan dan Filosofi Hidup
Kini, setelah menekuni profesinya bertahun-tahun, Icha merasa telah menemukan tempat yang tepat. Ia menjalaninya dengan syukur, tekad, dan humor khasnya. Saat ditanya tentang harapannya ke depan, ia menjawab lugas, “Harapannya jadi kaya raya, mas. Punya banyak tabungan. Simpanan uang ya, bukan simpanan yang lain,” candanya.
Perjalanan Icha menjadi bukti bahwa karier tidak selalu mengikuti rencana awal. Kadang, keputusan spontan dan keberanian mencoba hal baru justru membuka jalan menuju profesi yang paling sesuai. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)






