Lintasbaikpapan.com, BALIKPAPAN – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perencanaan keluarga terus dilakukan oleh Puskesmas Margo Mulyo. Edukasi KB mengenai Keluarga Berencana (KB) kembali diperkuat, khususnya bagi para ibu dan remaja yang rentan mengalami kehamilan tidak direncanakan akibat kurangnya informasi yang benar.
Mitos Kontrasepsi Masih Jadi Tantangan di Lapangan
Ristanti, A.Md.Keb, Penanggung Jawab Program KB, menuturkan bahwa masih banyak masyarakat yang terjebak mitos seputar kontrasepsi. Beberapa ibu bahkan menahan diri untuk ber-KB karena takut dengan cerita yang beredar di lingkungan sekitar.
“Banyak yang bilang KB bikin gemuk, atau nanti muncul banyak keluhan. Padahal itu biasanya dari KB hormonal tertentu. Ada juga metode non-hormonal seperti IUD yang sebenarnya minim efek samping,” ujarnya sambil tersenyum, Sabtu (29/11/2025)
Meski begitu, Ristanti memahami bahwa metode IUD sering kali menimbulkan rasa cemas pada sebagian ibu, terutama karena proses pemasangannya. Di sinilah peran edukasi dan pendampingan menjadi sangat penting.
Tenaga kesehatan di Puskesmas selalu berusaha menghadirkan suasana konsultasi yang hangat, ramah, dan tidak menghakimi, agar para ibu merasa aman saat memutuskan metode kontrasepsi yang ingin digunakan. “Tak apa takut, itu manusiawi. Makanya kami dampingi pelan-pelan, jelaskan satu per satu. Kalau ibu merasa aman, mereka akan lebih percaya pada prosesnya,” tambahnya.
Edukasi KB untuk Melindungi Kesehatan Jangka Panjang Ibu
Ia juga menegaskan bahwa KB sangat di anjurkan untuk semua ibu setelah melahirkan. Bukan hanya untuk menunda kehamilan, tetapi untuk melindungi kesehatan ibu dari risiko kehamilan yang terlalu muda, terlalu tua, atau terlalu dekat jaraknya.
“Kami selalu memberikan arahan yang tepat sesuai kondisi tubuh masing-masing. Tidak semua metode cocok untuk semua orang. Yang paling penting adalah ibu nyaman, paham manfaatnya, dan bisa mengambil keputusan dengan tenang,” jelasnya.
Dengan pendekatan yang lebih humanis dan berfokus pada kebutuhan individu, Puskesmas Margo Mulyo berharap masyarakat dapat memandang KB bukan sebagai sesuatu yang menakutkan, tetapi sebagai bagian dari perjalanan menjaga kesehatan keluarga dan menentukan masa depan yang lebih baik. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)






