Lintasbalikpapan.com – Laga antara Persija vs PSIM di Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi sorotan besar bukan hanya karena kualitas pertandingan. Tetapi juga karena jumlah penontonnya yang benar-benar luar biasa. Pada malam penuh euforia itu, sebanyak 56.150 penonton memenuhi setiap sudut SUGBK. Menghadirkan atmosfer megah yang sulit ditandingi pertandingan manapun di musim Super League 2025-2026. Kehadiran ini memecahkan seluruh rekor sebelumnya, sekaligus menjadikan duel tersebut sebagai pertandingan paling ramai hingga pekan ke-14.
Di tengah riuh sorakan Jakmania yang menggema sepanjang laga, Persija sukses menjaga momen manis dengan kemenangan meyakinkan 2-0. Emaxwell Souza membuka keunggulan di menit ke-77 melalui penyelesaian klinis, dan Allano Lima memastikan kemenangan lewat gol telat pada menit 90+5. Dua gol ini tidak hanya mengunci tiga poin penting. Tetapi juga menjadi bukti bahwa dukungan besar di stadion mampu mendorong performa tim ke level lebih tinggi.
Rekor Baru Persija vs PSIM yang Mengalahkan Sejarah Sebelumnya
Sebelum laga di SUGBK ini tercipta, rekor kehadiran penonton Super League dipegang oleh pertandingan Persebaya kontra Persija di Stadion Gelora Bung Tomo pada 16 Oktober 2025 dengan 33.432 penonton. Angka tersebut kini tertinggal jauh lebih dari 20 ribu selisihnya menunjukkan betapa besarnya antusiasme publik untuk menyaksikan laga Persija vs PSIM secara langsung.
Tidak berhenti di sana, posisi ketiga daftar rekor diisi oleh duel Persebaya vs Arema FC yang mengumpulkan 29.476 penonton. Sementara itu, Persija kembali tercatat di posisi keempat dan kelima melalui pertandingan melawan Bali United dan Persita yang berlangsung di JIS. Jika dilihat dari tren ini, terlihat jelas bahwa Persija menjadi salah satu magnet terbesar dalam sepak bola Indonesia musim ini.
Secara total, hingga pekan ke-14, Super League telah mencatat 696.506 penonton. Angka yang mencerminkan besarnya perhatian publik terhadap kompetisi kasta tertinggi Tanah Air. Setiap pekan, jumlah penonton di stadion terus meningkat, menandakan kebangkitan gairah suporter Indonesia setelah beberapa musim mengalami pasang surut.
Dampak Besar bagi Klasemen dan Persaingan Gelar
Kemenangan Persija atas PSIM tidak hanya berarti rekor baru di tribun stadion. Tetapi juga membawa dampak besar bagi persaingan di papan atas. Dengan tambahan tiga poin, Persija kini kokoh di posisi kedua dengan 29 poin. Terus menempel Borneo FC yang masih memimpin klasemen dengan 33 poin.
Persaingan semakin menarik ketika melihat bahwa PSIM dan Persib sama-sama mengoleksi 22 poin di posisi ketiga dan keempat. Situasi ini membuat duel Persija vs PSIM bukan hanya sebuah pertandingan besar secara atmosfer. Tetapi juga menjadi laga krusial dalam perebutan posisi empat besar.
Dengan rekor yang baru saja terpecahkan dan persaingan ketat di papan atas, Super League 2025-2026 tampak semakin hidup. Jika tren antusiasme penonton terus berlanjut, bukan tidak mungkin rekor baru akan kembali lahir dan SUGBK lagi-lagi menjadi saksinya.






