Hari Anak Nasional: PLN Bangun Gardu dan Transmisi demi Masa Depan Anak Indonesia

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN — Hari Anak Nasional tahun ini menghadirkan pesan yang lebih dalam bagi PT PLN (Persero). Di balik pembangunan gardu induk dan jaringan transmisi yang terus dilakukan di Kalimantan, PLN menegaskan bahwa proyek ketenagalistrikan bukan hanya soal memasok energi untuk industri dan ekonomi, tetapi juga tentang menyiapkan masa depan anak-anak Indonesia.

Melalui Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT), PLN terus memperkuat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan guna menghadirkan pasokan listrik yang semakin andal untuk mendukung pendidikan, aktivitas keluarga, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Jaringan transmisi dan gardu induk yang dibangun menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem kelistrikan Kalimantan agar energi dapat tersalurkan hingga dimanfaatkan masyarakat secara luas.

Listrik Kini Jadi Kebutuhan Utama Anak Belajar
General Manager PLN UIP KLT, Dewanto, mengatakan bahwa listrik saat ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, terutama dalam proses belajar anak-anak.

“Listrik saat ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan dan proses belajar anak-anak kita. Mulai dari penerangan untuk belajar, pemanfaatan teknologi dan akses informasi, hingga berbagai fasilitas pendidikan membutuhkan dukungan listrik yang andal. Karena itu, pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang kami lakukan pada akhirnya juga merupakan investasi untuk masa depan generasi Indonesia,” ujar Dewanto.

Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah cara generasi muda belajar. Penggunaan gawai, internet, dan platform pembelajaran digital membuat kebutuhan terhadap pasokan listrik yang stabil menjadi semakin penting, baik di rumah maupun di sekolah.

Bukan Sekadar Tiang dan Kabel
Dewanto menegaskan bahwa setiap proyek kelistrikan yang dibangun PLN memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar menambah kapasitas sistem.

“Di balik setiap infrastruktur kelistrikan yang kami bangun, terdapat tujuan yang lebih besar, yaitu memastikan energi dapat mendukung aktivitas masyarakat dan membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda untuk belajar, berkembang, dan mewujudkan cita-citanya,” tambahnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana PLN memandang energi sebagai fondasi pembangunan manusia, bukan hanya sebagai komoditas pendukung aktivitas ekonomi.

Kolaborasi Jadi Kunci Pembangunan
Dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, PLN UIP KLT juga terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, aparat penegak hukum, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Sinergi tersebut dinilai penting agar setiap tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai ketentuan dengan tetap memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.

Selain pembangunan fisik, PLN juga menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diarahkan untuk memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar wilayah pembangunan.

Program TJSL tersebut mencakup:
• Pendidikan
• Pemberdayaan masyarakat
• Pelestarian lingkungan
• Pengembangan ekonomi lokal

Pesan Hari Anak Nasional
Bagi PLN UIP KLT, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya gardu induk atau panjang jaringan transmisi yang berhasil dibangun, tetapi juga dari manfaat jangka panjang yang dirasakan masyarakat.

“Momentum Hari Anak Nasional mengingatkan kita bahwa apa yang kita bangun hari ini akan menjadi bagian dari kehidupan generasi mendatang. PLN UIP KLT berkomitmen menghadirkan infrastruktur kelistrikan yang andal dan berkelanjutan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensinya dengan dukungan energi yang memadai,” kata Dewanto.

Melalui pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang berkelanjutan, PLN UIP KLT terus mengambil peran dalam memperkuat sistem kelistrikan Kalimantan sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Pesan yang ingin disampaikan cukup jelas: setiap gardu induk yang berdiri dan setiap jaringan transmisi yang terhubung bukan hanya mengalirkan listrik, tetapi juga menyalakan harapan bagi jutaan anak Indonesia untuk belajar lebih baik, bermimpi lebih tinggi, dan meraih masa depan yang lebih cerah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *