Lintasbalikpapan.com – Ketika Sassuolo datang ke markas Como 1907, mereka sebenarnya membawa harapan untuk bangkit setelah pekan sebelumnya tertahan oleh Pisa. Namun malam itu, momentum justru tidak pernah benar-benar berpihak pada Jay Idzes dan kawan-kawan. Bermain di Stadio Comunale G. Sinigaglia, Sassuolo harus menerima kekalahan 0-2 setelah Como tampil jauh lebih meyakinkan sejak menit pertama. Sentuhan cepat, ritme agresif, dan penguasaan bola yang rapih membuat Sassuolo lebih banyak berlari mengejar bola ketimbang menciptakan peluang.
Gol cepat dari Anastasios Douvikas pada menit ke-14 menjadi pukulan pertama. Berawal dari skema sepak pojok pendek, kekacauan kecil di kotak penalti Sassuolo berujung bola pantul yang langsung disambar sang striker dari jarak dekat. Setelah itu, momentum pertandingan benar-benar condong ke tuan rumah. Sejumlah serangan beruntun membuat Arijanet Muric harus bekerja ekstra demi menjaga gawangnya tetap terjaga.
Kesulitan Bangun Ritme, Upaya Sassuolo Sering Terhenti
Salah satu masalah terbesar Sassuolo di laga ini adalah ketidakmampuan mereka menemukan ritme permainan. Pressing dan operan cepat Como yang dipimpin Cesc Fabregas dari tepi lapangan membuat Sassuolo sering kehilangan bola bahkan sebelum memasuki area sepertiga akhir lawan. Jay Idzes sendiri tampil disiplin menjaga lini belakang, namun tekanan tanpa henti dari Como membuat lini pertahanan Sassuolo beberapa kali goyah.
Sempat ada peluang emas ketika Nemanja Matic melepaskan tembakan terarah ke sudut bawah gawang. Namun Jean Butez tampil brilian dan menggagalkan kesempatan tersebut. Setelah itu, Como kembali mengambil alih penguasaan bola dan menurunkan tempo untuk membuat Sassuolo semakin sulit keluar dari tekanan.
Situasi tak banyak berubah setelah babak kedua dimulai. Fabio Grosso mencoba memasukkan Cristian Volpato untuk menambah kreativitas, tetapi beberapa menit kemudian Como justru menggandakan keunggulan. Umpan cerdas mengarah ke Alberto Moreno yang lolos dari kawalan dan sukses menyundul bola ke gawang kosong pada menit ke-53. Gol ini membuat Sassuolo semakin kehilangan arah.
Upaya Pergantian Pemain Tak Mengubah Banyak, Como Tetap Terlalu Solid
Grosso mencoba segala cara, termasuk memasukkan Luca Moro dan Alieu Fadera untuk memberikan tenaga segar. Namun organisasi permainan Como terlalu disiplin untuk ditembus. Setiap umpan silang dari sisi lapangan hanya berakhir menjadi peluang setengah matang tanpa ancaman berarti.
Arijanet Muric masih sempat melakukan satu-dua penyelamatan penting, terutama dari percobaan kedua Douvikas. Namun performa gemilang sang kiper tidak cukup mengubah jalannya pertandingan. Hingga peluit akhir berbunyi, Como tetap tenang dalam mempertahankan keunggulan mereka.
Bagi Jay Idzes, yang kembali dipercaya tampil 90 menit penuh, laga ini menjadi catatan pahit lainnya. Sassuolo kini gagal menang dalam dua pertandingan beruntun, dan tekanan jelas semakin besar seiring semakin ketatnya persaingan di papan tengah Liga Italia.






