Lintasbalikpapan.com – Keputusan Layvin Kurzawa untuk meninggalkan Persib Bandung menjadi salah satu kabar yang mengejutkan bagi para pendukung Maung Bandung. Meski baru bergabung dalam waktu yang relatif singkat, pemain asal Prancis tersebut berhasil mencatatkan kenangan manis bersama klub kebanggaan Jawa Barat itu.
Mantan bek Paris Saint-Germain (PSG) tersebut mengumumkan perpisahannya setelah menjalani sekitar lima bulan bersama Persib. Kabar itu di sampaikan langsung melalui akun media sosial pribadinya pada awal Juni 2026, sekaligus menjadi penutup perjalanan singkatnya di kompetisi sepak bola Indonesia.
Perjalanan Singkat Layvin Kurzawa yang Penuh Makna Bersama Persib
Tidak semua pemain asing mampu beradaptasi dengan cepat ketika bermain di Indonesia. Namun, Layvin Kurzawa berhasil menunjukkan profesionalisme dan komitmennya sejak pertama kali bergabung dengan Persib Bandung.
Selama berada di Kota Bandung, Kurzawa merasakan atmosfer sepak bola yang berbeda di bandingkan kompetisi yang pernah ia jalani di Eropa. Dukungan fanatik Bobotoh, semangat tim, serta budaya sepak bola Indonesia menjadi pengalaman baru yang meninggalkan kesan mendalam bagi dirinya.
Meski masa baktinya hanya berlangsung beberapa bulan, Kurzawa ikut berkontribusi dalam perjalanan Persib meraih gelar juara BRI Super League 2025/2026. Prestasi tersebut menjadi pencapaian penting yang membuat kebersamaannya dengan Persib tetap di kenang oleh para pendukung.
Keberhasilannya membantu tim meraih trofi juga menjadi bukti bahwa pengalaman dan kualitas pemain yang pernah tampil di level tertinggi Eropa mampu memberikan dampak positif bagi klub Indonesia.
Alasan Perpisahan yang Tidak Sepenuhnya Bisa Dikendalikan
Dalam pesan perpisahannya, Kurzawa mengungkapkan bahwa sebenarnya ia menikmati kehidupannya di Indonesia. Ia merasa di terima dengan baik oleh klub, rekan setim, maupun para suporter sejak hari pertama kedatangannya.
Namun, dunia sepak bola sering menghadirkan situasi yang tidak selalu sesuai dengan keinginan pemain. Kurzawa mengisyaratkan bahwa keputusan untuk berpisah bukan sepenuhnya berada di tangannya. Ia memilih menghormati keputusan yang telah diambil oleh klub dan menerima keadaan tersebut dengan penuh rasa hormat.
Sikap profesional yang ditunjukkannya mendapatkan apresiasi dari banyak pihak. Alih-alih menyampaikan kekecewaan, ia justru memilih mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang telah di berikan selama membela Persib Bandung.
Pernyataan tersebut menunjukkan kedewasaan seorang pemain yang telah memiliki pengalaman panjang di berbagai kompetisi besar dunia.
Pesan Emosional untuk Bobotoh dan Harapan di Masa Depan
Momen yang paling menyentuh dari perpisahan Layvin Kurzawa adalah pesan khusus yang ia tujukan kepada Bobotoh. Dalam unggahannya, ia mengaku bangga pernah mengenakan jersey Persib dan merasakan berbagai emosi bersama para pendukung setia Maung Bandung.
Kurzawa juga menyampaikan rasa cintanya kepada Bobotoh yang selama ini memberikan dukungan tanpa henti. Menurutnya, energi dan semangat yang di berikan para suporter menjadi salah satu alasan mengapa pengalamannya di Indonesia terasa sangat berkesan.
Meski kini harus melanjutkan perjalanan karier di tempat lain, ia berharap suatu hari nanti bisa kembali bertemu dengan Persib dan para pendukungnya. Ucapan tersebut menjadi penutup yang manis untuk sebuah perjalanan singkat yang penuh cerita.
Kepergian Layvin Kurzawa memang menyisakan rasa kehilangan bagi Persib Bandung. Namun, kontribusinya dalam membantu tim meraih gelar juara serta sikap profesional yang di tunjukkannya akan tetap menjadi bagian dari perjalanan sejarah klub. Bagi Bobotoh, Kurzawa mungkin hanya singgah sebentar, tetapi kenangannya akan bertahan lebih lama.






