Kelas Ibu Hamil Puskesmas Batu Ampar: Belajar, Berdaya, Siap Jadi Ibu Hebat

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Di ruang pertemuan Puskesmas Batu Ampar, ada suasana yang tak ditemukan di poli mana pun. Derai canda, diskusi hangat, hingga momen haru saat saling berbagi cerita. Setiap Senin dan Rabu, puluhan ibu hamil dari berbagai usia duduk melingkar dalam satu agenda yang sama, belajar merawat diri dan menyiapkan kelahiran buah hati tanpa rasa takut dan tanpa informasi yang simpang siur. Kelas Ibu Hamil ini menjadi wadah edukasi terpadu yang membahas perjalanan kehamilan dari awal hingga hari persalinan, bahkan sampai pasca melahirkan. Semua dikemas sesuai panduan kesehatan ibu dan anak dari Kemenkes, namun di sampaikan dengan pendekatan yang tenang, mematahkan stigma, dan menguatkan mental ibu.

Materi Kelas Ibu Hamil Sesuai Trimester dan Dampaknya bagi Kesehatan Ibu

Bidan Puskesmas Batu Ampar, Imelda Paewangan, A.Md, Keb, menjelaskan bahwa materi yang di berikan di sesuaikan dengan semester kehamilan. Pada trimester pertama, kelas lebih banyak membahas keluhan umum seperti mual muntah, cara mengatasinya. Hingga langkah aman yang bisa di lakukan mandiri di rumah. Semester dua dan tiga mulai di arahkan pada persiapan persalinan, tanda bahaya kehamilan, manajemen stres, hingga perawatan ibu & bayi setelah lahir.

“Jadi ibu hamil ini sudah teredukasi tentang apa yang mereka belum tahu. Karena ketidaktahuan itulah yang sering membuat ibu stres, padahal stres bisa mengganggu kesehatan ibu dan bayi,” kata Imelda pada Rabu (26/11/2025).

Menurutnya, edukasi bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi “obat penenang pikiran pertama” bagi ibu. Dengan bekal informasi yang jelas dan ilmiah, ibu bisa menjalani masa kehamilan lebih nyaman, percaya diri, dan fokus menyiapkan kehadiran anggota keluarga baru.

Memutus Mitos dan Menguatkan Kepercayaan Diri

Salah satu nilai terbesar dari kelas ini adalah meluruskan mitos yang masih berkembang di tengah masyarakat khususnya larangan-larangan makanan yang tidak berdasar. “Kadang ada informasi seperti tidak boleh makan ini-itu. Di kelas, kami luruskan. Kita juga bisa memutus rantai informasi yang salah sebelum makin jauh,” jelasnya.

Bukan hanya belajar dari bidan, ibu-ibu juga belajar dari satu sama lain. Kelas menjadi ruang sharing dan diskusi dua arah, tempat bertanya tanpa di hakimi. Dan membandingkan pengalaman supaya tidak ada kecemasan yang di rasakan sendirian. “Di sini saling sharing, saling tahu mana yang mereka sudah mengerti dan mana yang belum. Jadi ilmunya tumbuh bareng-bareng,” kata Imelda.

Hasilnya nyata. Setelah mengikuti beberapa sesi rutin, mayoritas ibu menunjukkan kesiapan lebih baik saat menjelang persalinan. Mampu mengenali tanda kehamilan yang perlu perhatian, lebih cerdas memilah informasi, dan tenang menjalani prosesnya. (yad/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *