Pastikan Keamanan Peserta, Puskesmas Gunung Samarinda Lakukan Skrining Kesehatan Sebelum Tes Kebugaran

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Sebelum para siswa SMA Negeri 2 Balikpapan mulai berlari memutari lapangan untuk tes kebugaran jasmani, kegiatan terlebih dahulu diawali dengan pengisian lembar Physical Activity Readiness Questionnaire (PAR-Q). Di bawah pengawasan tim Puskesmas Gunung Samarinda, para siswa duduk berkelompok sambil membaca satu per satu pertanyaan yang ada. Sebagian tampak serius, sebagian lagi sesekali saling bertanya untuk memastikan jawaban mereka benar.

PAR-Q berisi pertanyaan penting mengenai kondisi kesehatan peserta. Mulai dari riwayat kelainan jantung, nyeri dada saat beraktivitas, kebiasaan pingsan, tekanan darah tinggi, hingga masalah pada tulang dan persendian. Formulir ini menjadi langkah awal untuk memastikan setiap siswa mengikuti tes dalam kondisi aman. Sebab, satu jawaban “ya” pada salah satu poin bisa membuat peserta tidak di izinkan mengikuti tes demi mencegah risiko cedera atau masalah kesehatan lainnya.

Evaluasi dan Pengawasan Ketat oleh Puskesmas Gunung Samarinda

Promkes Puskesmas Gunung Samarinda, Elsa Malinda, S.K.M, menjelaskan bahwa dari seluruh peserta. Terdapat satu siswa yang melaporkan pernah mengalami gangguan pada persendiannya. “Kami cek kembali riwayatnya, dan ternyata kondisinya sudah di nyatakan membaik oleh dokter. Karena itu, siswa tersebut tetap kami izinkan mengikuti tes, tetapi dengan pengawasan lebih ketat,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).

Meski demikian, Puskesmas tetap memberi pesan khusus kepada siswa tersebut, jangan memaksakan diri. Jika muncul rasa nyeri, pusing, atau keluhan lain saat tes berlangsung, ia di minta segera menghentikan aktivitas dan melapor pada petugas.

Meningkatkan Kesadaran Siswa Terhadap Kondisi Tubuh Sendiri

Langkah ini menjadi pengingat bahwa kebugaran bukan hanya soal berlari cepat atau menyelesaikan putaran, tetapi juga tentang mengenali batas tubuh sendiri. Dengan proses skrining awal seperti PAR-Q, kegiatan tes kebugaran dapat berjalan lebih aman. Sekaligus mendorong siswa untuk lebih peka terhadap kondisi kesehatan mereka. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *