Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Keceriaan ratusan siswa SDN 30 Gunung Samarinda Baru sedikit meredup ketika tim Puskesmas Gunung Samarinda melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mata pada Senin, (24/11/2025) pagi.
Dari sekitar 300 anak yang diperiksa, banyak ditemukan karies dan penumpukan karang gigi, kondisi yang sebenarnya bisa dicegah sejak dini.
Terapis gigi dan mulut, Lily Herawati, S.Tr.Kes, yang memimpin pemeriksaan, menuturkan bahwa sebagian besar kerusakan gigi pada anak berkaitan langsung dengan pola makan dan kebiasaan harian mereka.
“Banyak anak yang suka makan makanan manis dan lengket, sementara teknik menyikat giginya belum tepat. Kombinasi ini cepat sekali memicu karies,” jelasnya dengan nada prihatin.
Lily juga menyoroti kurangnya pemahaman sebagian orang tua mengenai kondisi gigi anak. Banyak yang menganggap kerusakan gigi pada siswa masih tergolong gigi susu, padahal tidak sedikit yang sudah memasuki fase gigi permanen.
“Kalau gigi permanen rusak, dampaknya bisa dibawa hingga dewasa. Sayang sekali kalau dibiarkan,” ujarnya.
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang rutin dilakukan Puskesmas Gunung Samarinda sepanjang tahun ini telah menjangkau sekitar 80 persen sasaran. Dengan dukungan sekolah, program tersebut diharapkan dapat mencapai 100 persen sebelum akhir tahun.
“Sejauh ini kegiatannya lancar. Kami hanya perlu terus menyesuaikan jadwal dengan pihak sekolah agar semua anak terlayani,” tambah Lily.
Melihat tingginya temuan masalah gigi, Lily mengajak orang tua untuk lebih terlibat dalam menjaga kesehatan gigi anak. Ia menekankan pentingnya membentuk kebiasaan sejak kecil, mulai dari menyikat gigi yang benar hingga membatasi konsumsi makanan manis.
“Biasakan anak sikat gigi dua kali sehari, terutama malam sebelum tidur. Kurangi jajanan manis dan ajak mereka kontrol rutin enam bulan sekali. Hal-hal sederhana seperti ini bisa mencegah banyak masalah di masa depan,” pesannya.
Kegiatan ini tak hanya menjadi momentum pemeriksaan kesehatan, tetapi juga pengingat bahwa menjaga senyum sehat anak merupakan kerja sama antara sekolah, tenaga kesehatan, dan tentu saja orang tua di rumah. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)






