Lintasbalikpapan.com – Pertandingan antara PSM Makassar melawan Borneo FC di pekan ke-28 Super League 2025/2026 menghadirkan drama yang sulit dilupakan. Bermain di Stadion Gelora BJ Habibie pada Sabtu malam, laga ini menyuguhkan intensitas tinggi sejak menit awal hingga akhir.
PSM Makassar yang tampil di hadapan pendukung sendiri sebenarnya memulai pertandingan dengan penuh percaya diri. Namun, Borneo FC menunjukkan mentalitas kuat dengan membalikkan keadaan dan membawa pulang kemenangan 2-1.
PSM Makassar Tampil Menekan di Awal Laga
Sejak peluit pertama dibunyikan, PSM Makassar langsung mengambil inisiatif serangan. Permainan cepat dari sisi sayap menjadi senjata utama tim berjuluk Juku Eja untuk membongkar pertahanan lawan.
Hasilnya terlihat pada menit ke-16. M. Arfan berhasil mencetak gol pembuka melalui sundulan terarah setelah menerima umpan silang yang presisi. Gol ini membuat stadion bergemuruh dan memberi kepercayaan diri lebih bagi tuan rumah.
Namun, keunggulan tersebut justru menjadi titik balik bagi Borneo FC untuk bangkit. Tim tamu mulai meningkatkan intensitas permainan dan mencoba menekan balik pertahanan PSM yang mulai lengah.
Borneo FC Bangkit dan Balikkan Keadaan
Perlahan tapi pasti, Borneo FC menemukan ritme permainan mereka. Tekanan yang konsisten akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-31 melalui aksi individu Juan Villa. Sepakan jarak jauhnya meluncur deras dan gagal di hentikan oleh kiper PSM.
Gol penyeimbang ini mengubah jalannya pertandingan. Memasuki babak kedua, kedua tim bermain lebih terbuka dan saling jual beli serangan. Namun, efektivitas menjadi pembeda utama.
Borneo FC terlihat lebih tenang dalam memanfaatkan peluang. Sementara PSM beberapa kali gagal memaksimalkan kesempatan yang di dapat.
Gol Penentu dan Momen Krusial di Akhir Laga
Momen penentu hadir pada menit ke-78. Berawal dari pergerakan cepat di sisi lapangan, Juan Villa kembali menjadi kreator dengan umpan tarik akurat yang di selesaikan dengan baik oleh Koldo Obieta. Gol ini memastikan Borneo FC berbalik unggul 2-1.
Situasi semakin sulit bagi PSM Makassar menjelang akhir pertandingan. Pada menit ke-85, Syahrul Lasinari harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah menerima kartu merah. Bermain dengan 10 orang jelas membuat tekanan semakin besar bagi tuan rumah.
Meski mencoba mengejar ketertinggalan di sisa waktu, PSM tidak mampu menciptakan gol tambahan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 2-1 untuk kemenangan Borneo FC.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa konsistensi dan efektivitas dalam memanfaatkan peluang sangat menentukan hasil akhir pertandingan. Pesut etampun pulang dengan tiga poin penting yang memperkuat posisi mereka di klasemen Super League musim ini.






