Lintasbalikpapan.com, Balikpapan – Kota Balikpapan kembali diguncang oleh rentetan insiden kebakaran yang terjadi dalam kurun waktu singkat sepanjang bulan Mei 2025. Hingga tanggal 9 Mei, tercatat sudah tiga kasus kebakaran terjadi di wilayah yang berbeda.
Oleh karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana kebakaran.
Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, menyampaikan bahwa kejadian kebakaran terbaru terjadi di kawasan Balikpapan Timur, tepatnya di lingkungan SMKN 5 Lemaru. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan cukup parah.
“Api berhasil dipadamkan dengan cepat berkat kesigapan tim pemadam kebakaran. Namun, kerugian materiil masih dalam proses pendataan. Beberapa ruang kelas dan fasilitas pendukung sekolah mengalami kerusakan akibat kobaran api,” ungkap Usman.
Dua kejadian kebakaran lainnya terjadi di wilayah permukiman padat penduduk, masing-masing di Kecamatan Balikpapan Selatan dan Balikpapan Barat. Kedua insiden tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga.
“Musibah kebakaran sebenarnya bisa dicegah jika masyarakat lebih disiplin dan berhati-hati dalam aktivitas sehari-hari. Kami imbau warga agar tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala, rutin memeriksa instalasi listrik, serta menghindari penumpukan barang-barang mudah terbakar di dalam rumah,” tegas Usman.
Ia juga secara khusus mengingatkan kaum ibu rumah tangga agar tidak lengah saat berada di dapur. “Jangan sampai lupa mematikan kompor atau meninggalkan dapur dalam keadaan api masih menyala. Ini sering menjadi pemicu utama kebakaran rumah tangga,” tambahnya.
Sebagai langkah pencegahan, BPBD Balikpapan berencana untuk memperluas program sosialisasi dan edukasi kebencanaan kepada warga, khususnya di kawasan yang rawan kebakaran. Edukasi tersebut akan mencakup cara mengenali potensi bahaya kebakaran, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), serta langkah-langkah evakuasi darurat.
“Kami akan terus bekerja sama dengan RT, kelurahan, dan sekolah untuk menyampaikan edukasi kebencanaan secara langsung. Dengan meningkatnya kesadaran kolektif, kami berharap risiko kebakaran bisa ditekan seminimal mungkin,” tutup Usman.
Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran agar dapat segera ditangani sebelum menjadi bencana yang lebih besar. (yud/ADV/Diskominfo Balikpapan)












