Kasus Campak di Balikpapan Mulai Menurun, Vaksinasi Tambahan Beri Hasil

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Upaya masif vaksinasi tambahan yang digencarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai menunjukkan hasil positif. Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat, jumlah kasus campak yang sempat melonjak beberapa waktu terakhir kini berangsur menurun.

Kepala Dinkes Kota Balikpapan, Alwiati, mengatakan tren penurunan kasus ini tak lepas dari gencarnya pemantauan kontak erat dan pemberian imunisasi tambahan bagi anak-anak yang belum lengkap vaksinasinya.

“Begitu ada laporan kasus, tim kesehatan langsung turun bersama lurah setempat untuk pemeriksaan dan vaksinasi. Alhamdulillah, masyarakat cukup kooperatif dan bersedia divaksinasi ulang,” ujar Alwiati, Senin (15/9/2025)

Menurutnya, pola penyebaran campak di Balikpapan sebagian besar terjadi di lingkungan padat penduduk, di mana interaksi anak-anak cukup tinggi. Namun langkah cepat berupa vaksinasi tambahan terbukti efektif memutus rantai penularan.

“Kami menurunkan tim ke sekolah, posyandu, hingga rumah-rumah warga. Anak-anak yang belum lengkap imunisasinya langsung diberi vaksin tambahan,” jelasnya.

Alwiati menuturkan, mayoritas penderita campak adalah anak-anak yang sama sekali belum pernah divaksin sejak kecil. Meski begitu, bagi anak yang sudah menerima imunisasi, gejala yang dialami cenderung lebih ringan dan cepat pulih.

“Vaksin memang tidak membuat seseorang kebal sepenuhnya, tetapi terbukti mencegah gejala berat. Ini penting agar anak tidak sampai mengalami komplikasi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan, status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang masih diberlakukan bukanlah untuk menakut-nakuti, melainkan justru menjadi dasar agar penanganan lebih cepat, terkoordinasi, dan terarah.

“Kriteria KLB ditetapkan jika terjadi lonjakan kasus. Syukurlah, di Balikpapan tidak ada yang meninggal, bahkan kasus sekarang sudah mulai turun. Jadi masyarakat tidak perlu panik, yang penting tetap waspada dan melengkapi imunisasi anak,” tambahnya.

Lebih jauh, Alwiati menekankan momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi dasar lengkap.

Ia juga menyebut cakupan vaksinasi di Balikpapan sudah cukup tinggi, namun masih ada sebagian orang tua yang menunda atau bahkan enggan membawa anaknya imunisasi karena berbagai alasan.

“Ada yang takut efek samping, ada yang sibuk, atau merasa anaknya sudah sehat sehingga dianggap tidak perlu vaksin. Padahal justru di situlah risiko terbesar muncul,” katanya.

Dinkes Balikpapan, lanjutnya, terus menggencarkan edukasi baik melalui tenaga kesehatan di lapangan, kader posyandu, hingga kerja sama dengan sekolah dan tokoh masyarakat. (yud/ADV/Diskominfo Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *