Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Kebijakan baru penyaluran Pertalite di Kota Balikpapan belum berjalan mulus pada hari pertama penerapannya. Alih-alih mengurai antrean, perubahan waktu pelayanan kendaraan roda empat justru membuat antrean mengular hingga tengah malam di SPBU Jalan MT Haryono, Selasa (1/9/2026).
Antrean kendaraan bahkan memanjang hingga sekitar kawasan Capil. Sejumlah pengendara harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan Pertalite setelah pelayanan kendaraan roda empat mulai diberlakukan pukul 22.00 WITA.
Salah seorang warga Batakan, Wiwin, mengaku mulai masuk antrean sekitar pukul 22.00 WITA. Namun, hingga dua jam kemudian, ia baru tiba di area SPBU.
“Mulai Capil (mengantre). Baru sampai di sini. Kan sudah dua jam, sampai sini juga belum,” ujar Wiwin.
Menurutnya, perubahan waktu pelayanan membuat masyarakat harus menyediakan waktu khusus pada malam hari untuk mengisi BBM bersubsidi. Kondisi tersebut dinilai cukup menyulitkan, terutama bagi warga yang telah beraktivitas sepanjang hari.
“Suasananya malam yang seharusnya kita istirahat, kita harus antre. Kalau ada solusi lain, kalau bisa jangan jam malam,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Arif, seorang sopir angkot yang ikut mengantre Pertalite malam itu. Ia mengaku mulai mengantre sekitar pukul 22.00 WITA dan hingga pukul 00.00 WITA belum mendapatkan BBM.
Menurut Arif, lamanya waktu antre membuat pengemudi angkutan umum kehilangan waktu istirahat. Padahal, mereka harus kembali bekerja pada pagi hari untuk mencari penghasilan.
“Kalau begini terus tidak bisa kita kalau khusus angkutan umum. Besok kita mau lanjut cari uang. Tidak dapat tidur karena begadang,” ujarnya.
Dia pun mengusulkan agar kendaraan angkutan umum mendapatkan pengaturan khusus sehingga tidak harus bercampur dengan kendaraan pribadi dalam satu antrean.
“Dikasihkan khusus angkutan umum saja. Supaya antre pagi sampai jam berapa begitu. Jangan digabung sama pribadi,” katanya.
Arif menilai pencampuran kendaraan pribadi dan angkutan umum turut memperpanjang waktu tunggu. Bagi sopir angkot, antrean panjang bukan hanya persoalan kenyamanan, tetapi juga berdampak terhadap waktu kerja dan istirahat.
“Lembur jadinya, karena harus antre,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai menerapkan pola baru penyaluran Pertalite dan biosolar di sejumlah SPBU sejak 1 September 2026. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai bagian dari upaya menata distribusi BBM bersubsidi sekaligus mengurai antrean.
Untuk Pertalite di SPBU Jalan MT Haryono dan SPBU Sepinggan, kendaraan roda dua dilayani mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WITA. Sementara kendaraan roda empat mendapatkan pelayanan mulai pukul 22.00 hingga 06.00 WITA.
Namun, kondisi pada hari pertama penerapan menunjukkan masih adanya persoalan di lapangan. Antrean panjang yang berlangsung hingga tengah malam menjadi catatan awal terhadap efektivitas pola pelayanan tersebut.
Pemkot sebelumnya menyatakan kebijakan ini akan dievaluasi berdasarkan kondisi di lapangan. Masukan dari masyarakat juga menjadi bagian penting dalam melihat apakah pembagian waktu pelayanan mampu mencapai tujuan awal, atau justru memindahkan persoalan antrean ke jam yang berbeda.
Dengan munculnya antrean panjang pada malam pertama, evaluasi terhadap durasi pelayanan, kapasitas SPBU, serta pola antrean menjadi penting agar kebijakan BBM bersubsidi tidak justru menambah beban masyarakat. (yud)












