Lintasbalikpapan.com – Borneo FC akhirnya mendapatkan kemenangan kandang pertamanya pada Liga 1 2026/2027 setelah menundukkan Bali United dengan skor 1-0 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu sore. Hasil Borneo FC ini terasa penting karena sebelumnya mereka belum mampu meraih poin penuh di hadapan pendukung sendiri.
Pertandingan tersebut bukan cuma soal satu gol. Duel Borneo FC vs Bali United berjalan keras sejak awal dan bahkan menghasilkan tiga kartu merah. Situasi itu membuat pertandingan berubah beberapa kali, terutama setelah kedua tim harus bermain dengan jumlah pemain yang tidak seimbang.
Babak Pertama Berlangsung Ketat dan Penuh Gesekan
Sejak peluit awal, Borneo FC dan Bali United sama-sama mencoba mengambil kendali permainan. Tuan rumah berusaha memanfaatkan dukungan suporter untuk menekan, sementara Bali United cukup disiplin menjaga area pertahanan. Peluang memang beberapa kali muncul, tetapi kedua tim kesulitan menemukan celah untuk menciptakan penyelesaian akhir yang benar-benar berbahaya. Pertahanan yang rapat membuat skor 0-0 bertahan cukup lama.
Situasi kemudian berubah pada menit ke-33. Brandon Wilson menerima kartu kuning setelah melakukan pelanggaran keras untuk menghentikan serangan balik Borneo FC. Tak lama berselang, pertandingan semakin panas. Perselisihan antarpemain membuat wasit mengeluarkan dua kartu merah sekaligus. Rifad Marasabessy dari Pesut Etam dan Rahmat Arjuna dari Bali United harus meninggalkan lapangan.
Kedua tim pun bermain dengan 10 pemain. Kondisi ini membuat pelatih harus lebih berhati-hati dalam mengatur keseimbangan antara menyerang dan bertahan.
Penalti Juan Villa Jadi Titik Balik Pertandingan
Memasuki babak kedua, Pesut Etam terlihat lebih agresif. Masuknya Moussa Diarra memberikan tambahan energi di lini depan dan membuat tuan rumah lebih berani menekan. Momentum penting hadir ketika terjadi pelanggaran di kotak penalti Bali United. Setelah meninjau kejadian melalui VAR, wasit memberikan penalti kepada Pesut Etam.
Juan Villa maju sebagai eksekutor dan berhasil menjalankan tugasnya dengan tenang pada menit ke-54. Gol tersebut mengubah kedudukan menjadi 1-0 sekaligus memberi keuntungan besar bagi tuan rumah. Bali United kemudian mencoba mengejar melalui perubahan pemain. Namun, keadaan kembali menyulitkan mereka pada menit ke-69 setelah Tim Receveur menerima kartu merah langsung.
Dengan Bali United kini hanya diperkuat sembilan pemain, Pesut Etam memilih pendekatan yang lebih aman. Diego Michiels dimasukkan untuk memperkuat pertahanan, sementara tim tuan rumah tidak lagi terlalu memaksakan serangan.
Borneo FC Amankan Tiga Poin dan Naik ke Posisi Empat
Menariknya, keunggulan jumlah pemain tidak membuat Borneo FC bermain secara gegabah. Mereka justru lebih fokus menjaga keunggulan dan mengurangi risiko di lini belakang. Bali United masih berusaha mencari gol penyama melalui beberapa pergantian pemain, termasuk memasukkan Jens Raven. Namun, pertahanan Borneo FC mampu mempertahankan keunggulan sampai pertandingan selesai.
Hasil Borneo FC tersebut sekaligus menjadi kemenangan kandang pertama mereka musim ini. Sebelumnya, dua laga di Stadion Segiri berakhir dengan kekalahan dari Persija Jakarta dan Dewa United. Tambahan tiga poin membawa Borneo FC naik ke peringkat keempat klasemen sementara Liga 1 2026/2027 dengan enam poin. Bali United juga mengoleksi enam poin, tetapi berada di posisi kelima karena kalah dalam selisih gol.
Buat Borneo FC, kemenangan ini bukan hanya tambahan angka di klasemen. Cara mereka mengelola pertandingan setelah unggul juga menjadi bagian menarik dari laga ini. Sementara bagi Bali United, tiga kartu merah dan kegagalan memanfaatkan momentum menjadi pekerjaan rumah untuk pertandingan berikutnya.






