Lintasbalikpapan.com – Bali United harus mengawali perjalanan di Dewata Challenge Series 2026 dengan hasil kurang memuaskan. Bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (13/8/2026), Serdadu Tridatu menyerah 1-2 dari Sabah FC yang datang dari kompetisi Malaysia Super League.
Hasil tersebut tentu bukan akhir dari persiapan Bali United. Justru, pertandingan pramusim seperti ini bisa menjadi kesempatan bagi tim pelatih untuk menemukan berbagai kekurangan sebelum kompetisi resmi dimulai.
Sabah FC tampil agresif sejak awal laga dan membuat Bali United cukup kesulitan mengembangkan permainan. Jungbin Park membuka keunggulan pada menit ke-18. Bali United sempat memberikan respons cepat melalui Rahmat Arjuna Reski lima menit berselang.
Namun, momentum tersebut kembali berpihak kepada tim tamu setelah Gonzalo di Renzo mencetak gol pada masa tambahan waktu babak pertama.
Tempo Cepat Sabah FC Jadi Pelajaran Berharga
Johnny Jansen melihat pertandingan menghadapi Sabah FC sebagai ujian penting bagi anak asuhnya. Menurutnya, lawan kali ini memiliki kualitas dan intensitas permainan yang lebih tinggi di bandingkan pertandingan pramusim sebelumnya.
Situasi tersebut membuat Serdadu Tridatu harus beradaptasi dengan tempo yang lebih cepat. Bagi Jansen, pengalaman seperti ini justru di butuhkan agar pemain mengetahui sejauh mana kesiapan mereka sebelum menghadapi kompetisi sesungguhnya.
Salah satu perhatian utama berada pada organisasi pertahanan. Bali United di nilai masih terlalu mudah memberikan ruang ketika harus menghadapi duel satu lawan satu maupun situasi perebutan bola. Jansen ingin pemainnya lebih berani mengambil keputusan. Ketika kesempatan merebut bola muncul, pemain tidak boleh sekadar mengikuti pergerakan lawan tanpa melakukan tekanan secara nyata.
Evaluasi tersebut menjadi penting karena Bali United masih memiliki satu pertandingan pramusim melawan Persib Bandung. Laga ini bisa di manfaatkan untuk menguji perkembangan tim sekaligus menyempurnakan koordinasi antarlini.
Penguasaan Bola dan Penyelesaian Jadi PR Bali United
Selain pertahanan, penguasaan bola juga menjadi sorotan Johnny Jansen. Pelatih asal Belanda tersebut mengakui adanya perkembangan, tetapi performa Serdadu Tridatu masih belum berada pada level yang di inginkannya.
Menariknya, Bali United sebenarnya mampu menciptakan beberapa peluang berbahaya. Bahkan, Jansen menilai timnya memiliki momen yang seharusnya bisa menghasilkan penalti. Pada babak kedua, permainan Bali United juga lebih mampu di kendalikan.
Masalahnya, dominasi tersebut belum berhasil di terjemahkan menjadi gol tambahan. Inilah salah satu aspek yang perlu segera di perbaiki sebelum kompetisi resmi bergulir.
Menghadapi Persib Bandung akan menjadi tantangan berbeda. Persib merupakan tim yang konsisten berada dalam persaingan papan atas dalam beberapa musim terakhir. Pertandingan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Jansen untuk melihat perkembangan tim setelah mendapatkan pelajaran dari kekalahan kontra Sabah FC.
Setelah rangkaian Dewata Challenge Series selesai, fokus Serdadu Tridatu akan beralih menuju BRI Super League 2026/2027. Mereka di jadwalkan menghadapi PSS Sleman pada pertandingan pembuka.
Karena itu, kekalahan dari Sabah FC sebaiknya tidak hanya di lihat dari skor akhir. Ada sejumlah catatan teknis yang bisa dijadikan bahan evaluasi. Jika mampu memperbaiki organisasi pertahanan, meningkatkan sirkulasi bola, serta lebih efektif memanfaatkan peluang, Bali United masih memiliki waktu untuk tampil lebih siap ketika musim baru resmi di mulai.






