Lintasbalikpapan.com, PENAJAM PASER UTARA – Di balik sebuah sepeda motor yang selesai diservis tepat waktu, ada proses panjang yang tidak selalu terlihat oleh konsumen. Bukan hanya tangan mekanik yang bekerja, tetapi juga ada alur permintaan dan penyiapan suku cadang yang harus berjalan cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan.
Hal tersebut menjadi salah satu pengalaman yang didapat siswa jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) SMK Negeri 6 Penajam Paser Utara melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL) di jaringan bengkel resmi AHASS.
Jika selama ini siswa lebih banyak mengenal pekerjaan mekanik di area pit, kali ini mereka diajak melihat sisi lain operasional bengkel. Mereka belajar bagaimana sebuah suku cadang yang dibutuhkan mekanik dapat berpindah dari bagian part counter hingga akhirnya berada di tangan mekanik untuk digunakan pada kendaraan konsumen.
Dalam sesi praktik terbaru, para siswa mendapat bimbingan langsung dari Mekanik Agung dan Partman AHASS, Sendy. Pembelajaran difokuskan pada flow permintaan sparepart, mulai dari identifikasi kebutuhan hingga proses penyerahan komponen.
Partman Sendy menjelaskan bahwa proses tersebut diawali dengan memahami kebutuhan servis berdasarkan hasil diagnosis mekanik. Siswa diajarkan membaca daftar komponen yang diperlukan agar jenis dan spesifikasi suku cadang yang disiapkan sesuai dengan kondisi kendaraan.
Setelah kebutuhan diketahui, proses dilanjutkan dengan permintaan suku cadang dari area kerja (pit) menuju bagian gudang atau part counter. Tahapan validasi menjadi penting untuk memastikan barang yang diambil tidak keliru.
Siswa kemudian diperkenalkan dengan proses pengambilan hingga penyerahan suku cadang kepada mekanik. Meski terlihat sederhana, alur ini memiliki peran penting dalam menjaga efisiensi waktu pengerjaan kendaraan.
Semakin cepat dan tepat proses tersebut berjalan, semakin kecil pula kemungkinan pekerjaan mekanik tertunda akibat menunggu komponen yang dibutuhkan.
Selain mempercepat layanan, sistem tersebut juga berkaitan dengan ketepatan pencatatan dan pengelolaan inventaris suku cadang di bengkel.
Manager Technical Service Department Astra Motor Kaltim 1, Iqbal Safii, mengatakan pengalaman tersebut diberikan agar siswa memiliki gambaran lebih luas mengenai dunia kerja otomotif.
“Pendampingan intensif ini dirancang agar para siswa tidak hanya menguasai keterampilan teknis mekanikal, tetapi juga memahami ekosistem manajemen bengkel secara utuh,” ujar Iqbal.
Menurutnya, pembelajaran langsung di lingkungan bengkel menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal standar operasional yang diterapkan industri secara nyata.
“Melalui bimbingan langsung di lapangan, siswa SMK Negeri 6 Penajam Paser Utara diharapkan mampu mengadopsi standar operasional prosedur (SOP) industri modern dan siap bertransformasi menjadi tenaga kerja yang profesional dan handal di masa depan,” tambahnya.
Program PKL tersebut sekaligus membuka pemahaman baru bagi siswa bahwa bekerja di industri otomotif tidak hanya membutuhkan keterampilan memperbaiki kendaraan.
Ada komunikasi, ketelitian membaca kebutuhan, ketepatan memilih komponen, pengelolaan persediaan hingga koordinasi antara mekanik dan Partman yang harus berjalan dalam satu alur.
Pada akhirnya, semua proses itu bermuara pada satu tujuan: memastikan kendaraan konsumen mendapatkan penanganan yang tepat dan dapat kembali digunakan dengan cepat dan aman.
Dari area pit hingga part counter, siswa SMK Negeri 6 Penajam Paser Utara kini tidak hanya belajar bagaimana memperbaiki motor, tetapi juga memahami “dapur” AHASS yang membuat proses servis bisa berjalan presisi. (*)






