Bukan Sekadar Bantuan, Desa Saing Prupuk Disiapkan Jadi Rumah UMKM dan Wisata Baru di Paser

Lintasbalikpapan.com, PASER — Apa jadinya jika sebuah desa tidak hanya diberi bantuan, tetapi juga dibekali kemampuan untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki sendiri?

Hal itulah yang sedang dibangun di Desa Saing Prupuk, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Memasuki tahun ketiga, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 1 (UPP KLT 1) terus mengembangkan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Desa Berdaya Saing Prupuk: Pengembangan Wisata Desa dan Pemberdayaan UMKM Lokal Tahun 2026”.

Bukan hanya membangun fasilitas, PLN juga mencoba menyentuh sisi lain yang tidak kalah penting: kemampuan masyarakat mengelola dan menjual potensi desanya sendiri.

Tahun ini, perhatian diarahkan pada dua kekuatan Desa Saing Prupuk, yakni Wisata Riam Batu Padas dan pelaku UMKM lokal.

Program tersebut sebenarnya telah dimulai sejak 2024. Pada tahun pertama, PLN membantu pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Dukungan kemudian berlanjut pada 2025 dengan penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pengembangan UMKM, serta identifikasi potensi wisata desa.

Memasuki 2026, pendekatannya semakin diperluas.

Pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan sarana pendukung usaha, tetapi juga diajak belajar bagaimana membuat usaha mereka lebih mudah dikenali dan dipasarkan.

Rangkaian pendampingan dimulai pada Mei 2026 melalui penyerahan sarana pendukung bagi pelaku UMKM Desa Saing Prupuk untuk menunjang produksi dan pengembangan usaha.

Kemudian pada 4 Juni 2026, sekitar 20 pelaku UMKM mengikuti Pelatihan Branding UMKM bertajuk “Menemukan Identitas dan Karakter Usaha”.

Di sini, pelaku usaha didorong mengenali karakter produk dan usaha mereka sendiri sebagai dasar membangun merek yang lebih kuat.

Belum berhenti di sana. Pada 24 Juni 2026, mereka kembali mendapatkan pelatihan foto produk dengan tema “Memaksimalkan Smartphone, Ciptakan Foto Produk yang Menarik dan Bernilai Jual”.

Sederhana, tetapi penting. Sebab di era pemasaran digital, sebuah produk tidak hanya harus enak atau berkualitas. Produk juga harus mampu menarik perhatian ketika pertama kali dilihat.

Pendampingan kemudian berlanjut pada 23 Juli 2026 melalui Pelatihan Pembuatan Konten Promosi Digital bertajuk “Promosi Mudah, Jualan Lebih Percaya Diri”.

Pelaku UMKM dibekali pemahaman bagaimana mengemas produk sekaligus cerita di balik usaha mereka menjadi konten promosi yang lebih komunikatif dan sesuai dengan perkembangan pemasaran digital.

Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP KLT Raditya Kuntoro mengatakan, program tersebut memang dirancang agar TJSL tidak berhenti pada pemberian bantuan.

“Kami ingin program TJSL PLN hadir tidak hanya dalam bentuk bantuan, tetapi menjadi proses pemberdayaan yang tumbuh bersama masyarakat. Di Desa Saing Prupuk, kami melihat potensi UMKM lokal dan Wisata Riam Batu Padas dapat dikembangkan dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. Ketika UMKM semakin berkembang dan potensi wisata semakin dikenal, kami berharap peluang ekonomi bagi masyarakat juga semakin terbuka,” ujar Raditya.

Konsep tersebut kemudian diterapkan pada pengembangan Wisata Riam Batu Padas.

Sejak Juni 2026, PLN melanjutkan pengembangan sarana dan prasarana kawasan wisata secara bertahap. Mulai dari jalan beton, area parkir, papan nama dan imbauan, portal, fasilitas kebersihan hingga gerbang wisata.

Jika wisata semakin mudah diakses dan dikenal, produk UMKM lokal pun diharapkan ikut mendapatkan panggung.

Desa Saing Prupuk sendiri memiliki sejumlah produk potensial, mulai dari ecoprint, jahe merah, madu kelulut hingga berbagai produk olahan pangan dan kerajinan.

Potensi tersebut menjadi semakin menarik ketika dipertemukan dengan wisata desa. Pengunjung yang datang ke Riam Batu Padas bukan hanya diharapkan menikmati suasana alam, tetapi juga dapat mengenal dan membeli produk yang dihasilkan masyarakat setempat.

Dengan begitu, wisata dan UMKM tidak berjalan sendiri-sendiri.

Wisata mendatangkan orang, sementara UMKM menyediakan produk yang dapat dibawa pulang. Semakin dikenal wisatanya, semakin terbuka pula peluang pemasaran produk masyarakat.

Raditya mengatakan pembangunan sarana perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas masyarakat.

“Karena itu, selain pembangunan sarana, kami memberikan perhatian pada peningkatan kompetensi masyarakat. Mulai dari bagaimana UMKM membangun karakter usahanya, menghasilkan foto produk yang menarik, hingga memanfaatkan konten digital untuk promosi. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh dapat langsung diterapkan dan memberikan nilai tambah bagi usaha masyarakat,” tambahnya.

Bagi masyarakat Desa Saing Prupuk, program tersebut pada akhirnya bukan hanya tentang apa yang dibangun PLN hari ini. Yang lebih penting adalah apa yang dapat terus dikembangkan masyarakat setelah pembangunan dan pendampingan berlangsung.

Ada UMKM yang belajar mengenalkan produknya. Ada pelaku usaha yang mulai memahami pentingnya visual. Ada pula masyarakat yang mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana memanfaatkan media digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Di sisi lain, Riam Batu Padas perlahan disiapkan dengan sarana pendukung agar potensi wisata yang dimiliki desa semakin mudah dikembangkan.

Semua diarahkan pada satu tujuan: menciptakan ekosistem ekonomi desa yang dapat tumbuh dari potensi masyarakat sendiri.

PLN UIP KLT berharap pengembangan wisata dan pemberdayaan UMKM tersebut tidak berhenti sebagai program tahunan. Pembangunan sarana Riam Batu Padas akan terus dilanjutkan sesuai tahapan, disertai pendampingan masyarakat agar manfaatnya dapat berkembang dan memberikan dampak ekonomi dalam jangka panjang.

Sebab, desa yang berdaya bukan hanya desa yang memiliki fasilitas baru. Lebih jauh dari itu, desa yang berdaya adalah desa yang masyarakatnya mampu melihat potensi di sekitarnya, mengolahnya menjadi peluang, lalu mengembangkan peluang tersebut menjadi sumber ekonomi yang terus tumbuh. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *