Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Kebiasaan membuang botol plastik bekas setelah mengonsumsi air minum kemasan masih menjadi persoalan lingkungan yang kerap dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Padahal, jika dikumpulkan dan dipilah dengan benar, sampah plastik masih memiliki nilai guna dan dapat didaur ulang.
Untuk mendorong kebiasaan tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) menyalurkan sejumlah fasilitas drop box botol plastik di sekitar Kelurahan Lamaru, Balikpapan Timur, Selasa (13/10).
Fasilitas ini nantinya ditempatkan di sejumlah titik strategis, mulai dari kantor pemerintahan, sekolah, hingga lingkungan permukiman warga. Tujuannya agar masyarakat lebih mudah mengumpulkan botol plastik bekas tanpa mencampurkannya dengan jenis sampah lainnya.
Langkah sederhana ini diharapkan dapat mengubah kebiasaan masyarakat dalam memperlakukan sampah. Botol plastik yang sebelumnya berpotensi berakhir sebagai sampah tercampur kini memiliki tempat pengumpulan khusus untuk selanjutnya dikelola.
Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP KLT, Raditya Kuntoro, mengatakan pengelolaan sampah membutuhkan fasilitas memadai sekaligus keterlibatan aktif masyarakat.
“Melalui penyaluran drop box botol plastik ini, kami berharap masyarakat memiliki akses yang lebih mudah untuk mengumpulkan sampah plastik secara terpilah. Kami ingin mendorong keterlibatan berbagai pihak, baik di lingkungan perkantoran, sekolah, maupun permukiman, agar pengelolaan sampah menjadi kebiasaan bersama,” ujarnya.
Menariknya, botol plastik yang terkumpul tidak akan berhenti di dalam kotak pengumpulan. Seluruh material tersebut selanjutnya akan dikelola oleh Bank Sampah Pande Bersih.
Bank sampah ini bertugas menghimpun botol plastik dari berbagai titik penempatan untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme pengelolaan sampah, termasuk menyalurkan material yang masih memiliki nilai guna ke proses daur ulang.
Ketua Bank Sampah Pande Bersih, Nurwati, menyambut baik dukungan PLN UIP KLT tersebut. Menurutnya, semakin banyak titik pengumpulan akan semakin memudahkan masyarakat untuk ikut berpartisipasi menjaga lingkungan.
“Kami mengapresiasi dukungan PLN UIP KLT dalam menyediakan drop box botol plastik. Dengan adanya fasilitas di kantor pemerintahan, sekolah, dan lingkungan masyarakat, kami berharap pengumpulan botol plastik dapat menjangkau lebih banyak orang. Botol yang terkumpul nantinya akan kami kelola lebih lanjut agar dapat memberikan manfaat dan mendukung upaya menjaga kebersihan lingkungan,” ungkapnya.
Penyaluran fasilitas ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UIP KLT bertajuk PLN Circular Waste Initiative – Bank Sampah PLN Peduli.
Program tersebut berfokus pada penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui dukungan terhadap aktivitas bank sampah dan penyediaan sarana pengumpulan sampah secara terpilah.
Melalui inisiatif ini, PLN UIP KLT ingin mendorong agar kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan yang dimulai dari rumah, sekolah, hingga tempat kerja.
Sebab, persoalan sampah plastik tidak cukup diselesaikan hanya dengan menyediakan tempat pembuangan. Masyarakat juga perlu memiliki akses untuk memilah dan mengumpulkan sampah agar material yang masih bisa dimanfaatkan tidak terbuang percuma.
Bagi warga Lamaru, keberadaan drop box ini diharapkan menjadi langkah kecil yang memudahkan mereka berkontribusi menjaga lingkungan. Sementara bagi Bank Sampah Pande Bersih, bertambahnya titik pengumpulan dapat memperkuat aktivitas pengelolaan sampah di tingkat lokal.
Melalui program TJSL yang berkelanjutan, PLN UIP KLT menegaskan komitmennya untuk menghadirkan manfaat yang tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan. (*)






