Lintasbalikpapan.com, BERAU – Kabar baik datang dari Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Setelah mengalami gangguan akibat pohon tumbang yang merusak tiga tower transmisi, jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Talisayan–Maloy akhirnya kembali beroperasi pada Minggu (1/11/2026) pukul 01.13 WITA.
PT PLN (Persero) berhasil memulihkan sementara penyaluran tenaga listrik melalui jalur transmisi yang telah diperbaiki menggunakan konstruksi tower darurat Emergency Restoration System (ERS).
Pengoperasian kembali jaringan tersebut menjadi langkah penting setelah gangguan yang terjadi sejak 25 Oktober 2026. Insiden pohon tumbang di Desa Dumaring, Kecamatan Talisayan, menyebabkan kerusakan pada tiga tower transmisi, sehingga PLN harus melakukan penanganan intensif di lokasi.
Sejak gangguan terjadi, personel gabungan PLN dikerahkan untuk menjalankan sejumlah tahapan pemulihan. Mulai dari pengamanan dan pembersihan lokasi, mobilisasi material serta peralatan, hingga pemasangan konstruksi tower ERS agar fungsi penyaluran listrik dapat kembali berjalan.
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT), Dewanto, mengatakan keberhasilan pengoperasian kembali SUTT 150 kV Talisayan–Maloy merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak, meskipun tim menghadapi tantangan kondisi lapangan.
“Alhamdulillah, melalui kerja keras dan kolaborasi seluruh tim, SUTT 150 kV Talisayan–Maloy telah berhasil dioperasikan kembali menggunakan tower darurat. Kami memahami bahwa keandalan pasokan listrik memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat. Karena itu, seluruh personel terus bekerja mempercepat pemulihan infrastruktur yang terdampak,” ujar Dewanto.
Proses pemulihan ini melibatkan sinergi PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Kalimantan (UIP3B Kalimantan), PLN Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 3 (UPP KLT 3), serta Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Balikpapan. Pekerjaan juga mendapat dukungan dari mitra pelaksana Hasta–Mahameru.
Meski jaringan telah kembali beroperasi, pekerjaan PLN belum sepenuhnya tuntas. Penggunaan tower ERS merupakan langkah sementara untuk memulihkan fungsi transmisi, sementara perbaikan permanen pada tiga tower yang rusak masih harus dilanjutkan.
Ketiga tower tersebut masing-masing bernomor T.115, T.116, dan T.117. Penanganan lanjutan akan dilakukan PLN UIP KLT bersama UPP KLT 3 dan mitra pelaksana Hasta–Mahameru.
Dewanto menegaskan, seluruh tahapan perbaikan tetap mengutamakan keselamatan personel dan keamanan instalasi ketenagalistrikan.
“Pengoperasian melalui tower ERS menjadi salah satu tahapan penting dalam pemulihan jaringan, tetapi pekerjaan belum selesai. Selanjutnya, tim akan melanjutkan penanganan pada tiga tower terdampak, yakni T.115, T.116, dan T.117, agar jaringan dapat kembali beroperasi secara normal. Seluruh tahapan pekerjaan tetap dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan personel dan keamanan instalasi,” jelasnya.
Dalam proses penanganan gangguan tersebut, PLN juga mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah Berau, Kejaksaan Negeri Berau, TNI, Polri, masyarakat, serta sejumlah instansi terkait.
Dewanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu kelancaran proses pemulihan, terutama personel PLN dan mitra kerja yang terus bekerja secara intensif di lapangan.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh personel PLN, mitra kerja yang telah bekerja secara intensif di lapangan, serta kepada masyarakat dan seluruh pihak yang mendukung proses pemulihan ini. Kami memohon doa dan dukungan agar pekerjaan lanjutan dapat berjalan dengan aman dan lancar sehingga infrastruktur transmisi dapat kembali beroperasi secara optimal,” tambah Dewanto.
PLN kini melanjutkan pekerjaan secara bertahap untuk memulihkan sepenuhnya jaringan SUTT 150 kV Talisayan–Maloy. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan infrastruktur ketenagalistrikan demi mendukung kebutuhan listrik masyarakat Kabupaten Berau dan wilayah sekitarnya. (*)






