Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Pemadaman listrik bergilir yang kembali terjadi di sejumlah wilayah Kota Balikpapan mulai berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Riyan Indra Saputra.
Riyan mengatakan, pihaknya menerima sejumlah keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik yang terjadi hampir setiap hari, terutama di wilayah Balikpapan Utara. Durasi pemadaman bahkan disebut dapat berlangsung hingga sekitar empat jam.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga berdampak langsung terhadap pelaku usaha yang aktivitas produksinya bergantung pada pasokan listrik.
“Contohnya pengusaha roti yang harus menggunakan oven listrik. Kalau listrik padam, produksinya tidak berjalan. Dampaknya ke masyarakat, terutama dari sisi ekonomi, sangat terasa,” kata Riyan kepada wartawan, Senin (14/9/2026).
Dia menilai, pemadaman yang berlangsung
berulang dapat menimbulkan kerugian bagi pelaku usaha. Terlebih, masyarakat membutuhkan kepastian agar dapat mempersiapkan langkah antisipasi ketika pasokan listrik terhenti.
Riyan menyebut, PLN perlu memberikan informasi yang jelas mengenai jadwal dan penyebab pemadaman. Dengan begitu, masyarakat maupun pelaku usaha dapat menyesuaikan aktivitas mereka.
“Kalau pemadaman itu diatur, misalnya dari jam 1 sampai jam 4, kemudian dari jam 4 sampai jam 8, harusnya PLN memberikan pemberitahuan kepada masyarakat. Jadi masyarakat bisa mempersiapkan apa yang perlu diantisipasi,” ujarnya.
Menurut Riyan, masyarakat memang dapat menggunakan genset sebagai alternatif ketika listrik padam. Namun, solusi tersebut juga tidak mudah karena membutuhkan biaya dan bahan bakar.
“Kalau mau membeli genset, kondisinya juga harus dipikirkan. Minyak sekarang juga sulit. Jadi harus ada langkah konkret dari PLN, minimal memberikan pemberitahuan,” katanya.
Riyan mengakui, informasi yang diterimanya menyebut pemadaman terjadi akibat gangguan pada pembangkit. Namun, ia mempertanyakan mengapa gangguan tersebut terus berulang hingga menyebabkan pemadaman bergilir hampir setiap hari.
“Kalau memang gangguan pembangkit, harus disampaikan kendalanya kepada masyarakat. Yang menjadi masalah, kenapa bisa gangguan terus,” tegasnya.
Ia juga meminta PLN menyiapkan langkah antisipasi apabila pemadaman disebabkan oleh pemeliharaan atau perbaikan pembangkit. Menurutnya, perbaikan seharusnya dapat dipersiapkan dengan baik sehingga tidak terus membebani masyarakat.
“Kalaupun ada maintenance di pembangkit, saya kira mereka sudah menyiapkan satu atau dua hari untuk persiapan perbaikan. Jangan sampai yang kita rasakan sekarang hampir setiap hari ada pemadaman bergilir,” pungkasnya. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)






