33 Kios Pasar Loak di Km 12 Sudah Disiapkan, Tapi Belum Ditempati Pedagang

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan telah menyiapkan sekitar 33 unit kios atau petak untuk relokasi pedagang loak besi dari kawasan Kampung Baru Tengah ke Kilometer 12, Karang Joang, Balikpapan Utara.

Namun, hingga kini kios-kios tersebut belum ditempati. Rencana relokasi masih terkendala keberatan dari sejumlah pedagang yang mempertimbangkan kondisi lokasi baru.

Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, mengatakan, program relokasi sebenarnya tetap berjalan. Hanya saja, pelaksanaannya belum maksimal karena terdapat sejumlah kendala.

“Perencanaan awal untuk relokasi pasar loak tetap berjalan. Tetapi memang belum maksimal karena pertama terkendala dengan biaya anggaran. Kemudian yang kedua, perlu komunikasi intens lagi kepada kawan-kawan yang kemarin di Pasar Loak besi untuk bisa direlokasi,” kata Fauzi kepada wartawan, Jumat (25/9/2026).

Menurut Fauzi, salah satu alasan pedagang belum bersedia menempati kios di Kilometer 12 adalah lokasi yang dinilai kurang strategis dibandingkan tempat mereka berjualan sebelumnya.

Pasar loak di kawasan Kampung Baru Tengah selama ini berada di wilayah yang ramai dan dekat dengan pusat aktivitas masyarakat. Sementara lokasi relokasi di Karang Joang dinilai cukup masuk ke dalam dan cenderung sepi.

“Biasanya pasar loak yang existing itu ramai, kemudian lokasinya juga di pusat kota. Kemudian berpindah ke Karang Joang yang lokasinya terlalu masuk ke dalam, kemudian cenderung sepi,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat pedagang khawatir aktivitas perdagangan tidak berjalan optimal. Mereka juga mempertimbangkan potensi berkurangnya pembeli jika berpindah ke lokasi baru.

“Pasar rakyat saja tidak jalan, apalagi pasar loak. Itu yang menjadi kekhawatiran mereka. Sehingga mereka akhirnya berpikir kalau kita pindah ke sana sepertinya tidak maksimal dan tidak laku,” jelasnya.

Karena itu, Fauzi mengatakan diperlukan pendekatan dan komunikasi yang lebih intensif dengan para pedagang. Pemerintah diharapkan dapat memberikan edukasi agar pedagang memahami rencana relokasi dan bersedia menempati kios yang telah disiapkan.

“Nanti perlu pendekatan dan edukasi agar mereka bisa dengan senang hati pindah ke sana,” katanya.

Fauzi menambahkan, kawasan tersebut tetap memiliki peluang untuk dikembangkan dan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. Namun, pengembangan tersebut sangat bergantung pada ketersediaan anggaran serta pembangunan infrastruktur pendukung.

“Kalau anggarannya tersedia, kemudian bisa memenuhi infrastruktur dan lain sebagainya, yang tadinya sepi pasti bisa ramai. Tapi kalau anggarannya terbatas juga tidak bisa maksimal,” pungkasnya. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *