Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Upaya pengendalian Tuberkulosis (TBC) di wilayah kerja Puskesmas Margo Mulyo terus menunjukkan hasil yang menggembirakan. Saat ini, terdapat belasan pasien yang sedang menjalani pengobatan, dan sebagian besar di antaranya menunjukkan perkembangan yang positif.
Dokter Umum Puskesmas Margo Mulyo, dr. Aditiya Setyorini, menjelaskan bahwa proses diagnosis hingga pemantauan TBC dilakukan secara bertahap dan terukur. Pemeriksaan awal dimulai dari pengambilan dahak untuk memastikan keberadaan bakteri.
“Kalau hasil awalnya positif, kami evaluasi lagi di bulan kedua. Biasanya, kalau pasien benar-benar patuh minum obat, hasil dahaknya sudah negatif,” tuturnya, Rabu (26/11/2025).
Namun, perubahan hasil pemeriksaan bukan berarti pengobatan bisa dihentikan lebih cepat. dr. Aditiya menegaskan bahwa terapi harus tetap dilanjutkan hingga minimal enam bulan.
“Pasien harus rutin datang setiap bulan sampai bulan kelima dan keenam. Itu penting supaya bakterinya benar-benar hilang dan tidak kambuh,” tuturnya.
Dia juga mengingatkan bahwa meski TBC merupakan penyakit yang dapat menular, penyakit ini sepenuhnya bisa disembuhkan selama pasien disiplin menjalani pengobatan. Di sisi lain, peran keluarga menjadi faktor kunci dalam kesembuhan pasien.
Dukungan sederhana seperti mengingatkan jadwal minum obat, menjaga kebersihan rumah, serta membantu penderita mengatur aktivitas harian dapat memberi dampak besar.
Puskesmas Margo Mulyo sendiri terus melengkapi layanan pengobatan dengan edukasi yang intensif, baik kepada pasien maupun keluarga. Edukasi meliputi etika batuk yang benar, penggunaan masker, pentingnya ventilasi, hingga pemenuhan gizi harian untuk memperkuat daya tahan tubuh.
Dengan pendampingan yang menyeluruh dan kerja sama antara pasien, keluarga, serta tenaga kesehatan, Puskesmas berharap angka kesembuhan TBC di wilayah Margo Mulyo dapat terus meningkat dan penularannya semakin terkendali. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)






