Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Wahyulloh Bandung, mengungkapkan bahwa persoalan distribusi air bersih di Kota Balikpapan masih bertumpu pada dua akar masalah utama, yakni keterbatasan sumber air baku dan kondisi jaringan pipa distribusi yang telah menua.
Menurut Wahyulloh, permasalahan tersebut terungkap dalam diskusi bersama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB). Dalam forum tersebut, PTMB memaparkan berbagai langkah yang telah dan sedang dilakukan untuk mengatasi kelangkaan air bersih di kota ini.
“Selain fokus pada penyediaan air baku, PTMB juga melakukan peremajaan jaringan pipa yang sudah berumur. Tingkat kebocoran air saat ini bahkan mencapai sekitar 29 persen,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Ia menjelaskan, jika program penggantian pipa lama dapat diselesaikan, maka distribusi air bersih berpotensi menjadi lebih optimal. DPRD pun menaruh perhatian besar terhadap aspek infrastruktur tersebut sebagai bagian dari solusi jangka pendek.
Di sisi lain, upaya penambahan sumber air baku juga terus didorong. Beberapa opsi yang tengah dipertimbangkan antara lain pemanfaatan air hujan melalui waduk, seperti Waduk Manggar, hingga rencana suplai air dari Bendungan Sepaku yang sempat tertunda akibat refocusing anggaran.
Selain itu, terdapat pula wacana pemanfaatan air dari Sungai Mahakam melalui sistem perpipaan, meski membutuhkan biaya besar. Alternatif lain yang turut dikaji adalah desalinasi air laut, khususnya untuk kebutuhan industri.
“Industri di Balikpapan diharapkan bisa berkontribusi melalui program CSR dengan menyediakan air bersih bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.
Wahyulloh juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino yang diprediksi berdampak pada ketersediaan air dalam waktu panjang.
Meski demikian, ia optimistis upaya yang dilakukan PTMB, khususnya penggantian jaringan pipa, dapat menekan tingkat kebocoran hingga 20 persen. Jika target tersebut tercapai, maka pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat akan semakin maksimal.
Untuk jangka menengah hingga panjang, Wahyulloh menilai potensi Sungai Wain juga dapat menjadi salah satu solusi tambahan dalam memenuhi kebutuhan air baku di Balikpapan.
“Permasalahan ini perlu menjadi perhatian bersama. Diperlukan sinergi antara pemerintah, perusahaan daerah, hingga masyarakat untuk mencari solusi atas kelangkaan air bersih yang ada,” tutupnya. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)






