Puskesmas Gunung Samarinda Perkuat Sosialisasi Program PKAT

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Partisipasi masyarakat dalam kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Anak Terintegrasi (PKAT) di Puskesmas Gunung Samarinda masih menjadi tantangan. Pada setiap pelaksanaan, puskesmas menargetkan sedikitnya 10 anak untuk mengikuti pemeriksaan. Namun dalam beberapa bulan terakhir, jumlah peserta yang hadir kerap berada di kisaran 5 hingga 6 anak. Hal serupa terjadi pada kegiatan PKAT yang digelar pada Jumat (21/11/2025) di halaman puskesmas.

Penanggung Jawab Program Anak, Lenny Sumarni Amd.Keb, menjelaskan bahwa tingkat kehadiran yang rendah dipengaruhi sejumlah faktor. Banyak orang tua yang bekerja pada jam pemeriksaan sehingga tidak dapat mendampingi anak mereka.

Selain itu, kondisi cuaca yang tidak menentu turut membuat sebagian keluarga memilih menunda kunjungan.

“Jumlah sasaran setiap bulan sebenarnya ada dan terdata melalui kader. Namun tidak semua dapat hadir sesuai undangan, karena banyak orang tua yang bekerja atau terhambat cuaca. Meski demikian, kami tetap melaksanakan kegiatan sesuai jadwal,” ujar Lenny.

Meski jumlah peserta belum stabil, Lenny menegaskan bahwa PKAT merupakan salah satu program yang sangat penting dalam pemantauan kesehatan anak. Pemeriksaan ini meliputi deteksi dini penyakit, pemantauan tumbuh kembang, hingga pengukuran status gizi anak.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas dapat menindaklanjuti lebih cepat apabila ditemukan adanya penyimpangan pertumbuhan atau gejala gangguan kesehatan lainnya.

Selain pemeriksaan fisik, PKAT juga menjadi wadah edukasi bagi orang tua, khususnya dalam hal pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI).

“Masih banyak orang tua, terutama yang baru memiliki anak pertama, belum memahami cara pemberian MP-ASI yang benar. Karena itu, edukasi MP-ASI terus kami tekankan dalam kegiatan ini,” kata Lenny.

Untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat, Puskesmas Gunung Samarinda kini melaksanakan strategi sosialisasi yang lebih luas. Media sosial seperti Facebook dan Instagram mulai dioptimalkan untuk menyebarkan informasi mengenai jadwal dan manfaat PKAT.

Sementara itu, kader kesehatan di tingkat RT juga diberdayakan untuk mengajak serta mengingatkan orangtua agar membawa anak mereka ke puskesmas.

Tak hanya itu, puskesmas juga berencana menjalin kerja sama dengan lintas sektor, seperti kelurahan dan posyandu, guna memperluas jangkauan informasi ke masyarakat. Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan program PKAT dapat semakin dikenal dan diminati warga.

“Harapannya, semakin banyak anak yang terpantau kesehatannya sehingga risiko stunting dapat ditekan. Pemeriksaan rutin ini sangat penting untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal,” tutup Lenny. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *