Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Puskesmas Gunung Samarinda kembali melaksanakan Pemeriksaan Kesehatan Anak Terintegrasi (PKAT) pada Jumat (21/11/2025). Kegiatan yang berlangsung di halaman puskesmas ini tidak hanya menjadi ajang pemeriksaan rutin, tetapi juga sarana edukasi bagi orang tua dalam memahami kesehatan anak secara menyeluruh.
Kegiatan PKAT dipimpin oleh dr. Hajrah dan melibatkan tim tenaga kesehatan, termasuk Lenny Sumarni, Amd.Keb selaku Penanggung Jawab Program Anak. Mereka berperan dalam pemeriksaan fisik, pemantauan gizi, penilaian perkembangan, hingga edukasi kesehatan kepada para orang tua yang hadir.
Menurut Lenny, salah satu perhatian utama dalam PKAT adalah edukasi seputar pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Banyak orang tua, khususnya ibu muda yang baru memiliki anak pertama, masih memerlukan pendampingan dalam memberikan MP-ASI yang tepat.
“Banyak ibu yang belum memahami cara memberikan MP-ASI yang benar, baik dari segi tekstur, jumlah, maupun jadwal pemberiannya. Karena itu, edukasi MP-ASI menjadi bagian penting dalam setiap pelaksanaan PKAT,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemberian MP-ASI yang tepat sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Kesalahan dalam pemberian, seperti makanan yang terlalu cair, kurang variasi, atau porsi yang tidak sesuai, dapat menghambat perkembangan bahkan memicu masalah gizi.
PKAT juga berperan penting dalam deteksi dini berbagai gangguan tumbuh kembang. Dalam kegiatan ini, tenaga kesehatan melakukan penimbangan, pengukuran panjang badan, serta penilaian perkembangan motorik dan respons anak.
“Melalui pemeriksaan rutin, kita bisa mendeteksi lebih awal jika ada tanda-tanda keterlambatan perkembangan atau penyakit yang berpotensi mengganggu tumbuh kembang. Dengan begitu, tindak lanjut bisa dilakukan lebih cepat dan tepat,” kata Lenny.
Upaya deteksi dini ini menjadi bagian dari strategi puskesmas untuk menekan risiko stunting dan memperbaiki kualitas tumbuh kembang balita di wilayah Gunung Samarinda. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)






