Puskesmas Gunung Samarinda Gelar Pemeriksaan Kesehatan Anak Terintegrasi Setiap Bulan

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Puskesmas Gunung Samarinda kembali melaksanakan kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Anak Terintegrasi (PKAT) yang digelar di halaman puskesmas, Jumat (21/11/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin yang dijadwalkan setiap bulan untuk memantau kesehatan anak secara menyeluruh.

Pemeriksaan dilakukan oleh tim medis yang dipimpin dr. Hajrah, serta didukung tenaga kesehatan di antaranya Sarina Amd.Keb, Murgiana Amd.Gz, dan Lenny Sumarni Amd.Keb

Mereka menangani seluruh rangkaian pemeriksaan mulai dari pemantauan status gizi, pertumbuhan, perkembangan, hingga edukasi kesehatan bagi orang tua.

Penanggung Jawab (PJ) Program Anak Puskesmas Gunung Samarinda, Lenny Sumarni Amd.Keb menjelaskan bahwa PKAT merupakan layanan terintegrasi yang menyasar anak berusia 29 hari hingga 6 bulan. Program ini resmi dijalankan sejak awal tahun 2025 sebagai upaya memperkuat deteksi dini gangguan kesehatan pada anak.

“Kegiatan ini kami laksanakan sebulan sekali sesuai jadwal. Walaupun tidak semua undangan hadir karena kesibukan orang tua atau cuaca, biasanya tetap ada 5 hingga 6 orangtua yang datang membawa anaknya,” ujar Lenny.

Menurutnya, jumlah sasaran setiap bulan sebenarnya cukup banyak, namun tingkat kehadiran masih dipengaruhi berbagai kondisi. Meski begitu, pihak puskesmas tetap berkomitmen memberikan layanan maksimal bagi anak-anak yang hadir.

Lebih lanjut, Lenny menjelaskan bahwa PKAT tidak hanya berfokus pada pemeriksaan fisik, tetapi juga menekankan deteksi dini berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit infeksi hingga gangguan pertumbuhan anak.

“Deteksi dini sangat penting agar masalah kesehatan bisa ditangani lebih cepat. Dengan begitu gangguan pertumbuhan dan perkembangan tidak berlanjut menjadi kasus yang lebih berat,” jelasnya.

Selain itu, PKAT juga menjadi ruang edukasi bagi orang tua, terutama mengenai pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang benar. Banyak orang tua muda, terutama yang baru memiliki anak pertama, masih kesulitan memahami cara pemberian MP-ASI yang tepat, mulai dari tekstur, frekuensi, hingga variasi menu.

Melalui kegiatan PKAT, Puskesmas Gunung Samarinda berharap orang tua semakin memahami cara memantau kesehatan anak serta mengetahui langkah cepat ketika menemukan tanda-tanda penyimpangan pertumbuhan.

“Dengan pemeriksaan terintegrasi dan edukasi yang tepat, kami berharap kasus-kasus gangguan tumbuh kembang dapat ditangani lebih dini. Pada akhirnya, ini akan membantu mengurangi risiko terjadinya stunting,” kata Lenny.

Puskesmas juga berencana memperluas sosialisasi program melalui media sosial dan kader kesehatan agar lebih banyak orang tua mengetahui jadwal kegiatan PKAT setiap bulan.

Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah peserta dan memperkuat pemantauan kesehatan anak di wilayah kerja Puskesmas Gunung Samarinda. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *