Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan memastikan layanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, Puskesmas Margo Mulyo menggandeng STIE Madani untuk melaksanakan Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) tahun 2025. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperoleh gambaran objektif terkait mutu pelayanan publik yang selama ini diberikan puskesmas.
Tim survei dari STIE Madani turun langsung ke lapangan untuk mengumpulkan data dari para pengunjung yang memanfaatkan berbagai jenis layanan. Mulai dari poli umum, poli gigi, layanan KIA/KB, laboratorium, farmasi, hingga loket pendaftaran. Proses survei dilakukan dengan metode wawancara serta pengisian kuesioner yang telah disesuaikan dengan standar penilaian pelayanan publik.
Selama pelaksanaan survei, suasana berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat. Para responden memberikan feedback mengenai sejumlah aspek penting, seperti kemudahan mengakses layanan, keramahan dan kemampuan komunikasi petugas, ketepatan waktu pelayanan, kenyamanan ruang tunggu, hingga keterbukaan informasi terkait prosedur dan persyaratan layanan.
Kepala Puskesmas Margo Mulyo, dr. Dekrita Ria Hanani, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya survei tersebut. Menurutnya, kerja sama dengan pihak akademisi menjadi nilai tambah untuk mendorong transparansi dan meningkatkan kualitas evaluasi pelayanan.
“Kolaborasi ini sangat bermanfaat untuk memberikan gambaran objektif mengenai kepuasan masyarakat. Hasil IKM akan menjadi dasar perbaikan dan pengembangan pelayanan Puskesmas ke depan,” ujarnya pada Selasa (18/11/2025).
Pihak STIE Madani juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan evaluasi pelayanan publik sebagai bagian dari kontribusi kampus terhadap masyarakat, khususnya dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan.
Melalui survei IKM tahun 2025 ini, Puskesmas Margo Mulyo menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan pelayanan yang lebih baik, lebih responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Evaluasi berkelanjutan ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju pelayanan kesehatan yang semakin profesional dan terpercaya di wilayah Balikpapan Barat. (yad/ADV/Dinkes Balikpapan)






