Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Puskesmas Gunung Samarinda memberikan edukasi kepada peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dengan tema “Stroke”. Kegiatan berlangsung di Puskesmas Gunung Samarinda, Jalan Indrakila, Kelurahan Gunung Samarinda, Kecamatan Balikpapan Utara, Kamis (6/11/2025).
Kepala Puskesmas Gunung Samarinda, dr. Farida, menjelaskan bahwa kegiatan Prolanis merupakan program rutin bagi peserta BPJS Kesehatan yang memiliki penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melitus. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas hidup peserta melalui pemeriksaan kesehatan berkala dan edukasi kesehatan.
“Kegiatan Prolanis ini sudah berjalan beberapa tahun. Kami rutin memanggil peserta yang waktunya pemeriksaan dan bekerja sama dengan Laboratorium Prodia untuk melakukan pemeriksaan kesehatan,” jelas dr. Farida.
Ia menambahkan, peserta Prolanis mendapatkan berbagai pemeriksaan laboratorium secara gratis setiap enam bulan, termasuk pemeriksaan fungsi ginjal, kolesterol, trigliserida, HDL (kolesterol baik), dan LDL ((kolesterol jahat).
Sementara, khusus bagi peserta diabetes, pemeriksaan ditambah dengan HbA1c untuk memantau kadar gula darah jangka panjang.
“Karena jumlah pasien cukup banyak, setiap kali pemeriksaan kami kombinasikan dengan edukasi kesehatan. Pesertanya sekitar 472 orang, jadi setiap bulan kami adakan sesi edukasi dengan tema yang berbeda,” ujarnya.
Menurut dr. Farida, tema edukasi kali ini tentang stroke dipilih karena bertepatan dengan Hari Stroke Sedunia yang diperingati setiap 29 Oktober. Pihaknya juga mendapatkan pembekalan materi dari Dinas Kesehatan Kota Balikpapan yang menghadirkan narasumber dari RS Pertamina Balikpapan dan RSUD Kanujoso Djatiwibowo.

“Materi ini kami teruskan kepada peserta agar mereka mendapatkan informasi terkini mengenai stroke, pencegahannya, dan faktor risikonya,” katanya.
Berdasarkan data Riskesdas, angka kejadian stroke di Kalimantan Timur tercatat 14,7 per seribu kasus, tertinggi kedua di Indonesia. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan upaya pencegahan di tingkat masyarakat.
dr. Farida menegaskan, kegiatan edukasi menjadi bagian penting dari upaya promotif dan preventif yang menjadi fokus utama pelayanan di puskesmas.
“Peran puskesmas itu seharusnya lebih banyak di upaya pencegahan. Promosi kesehatan seperti ini sangat penting agar masyarakat lebih sadar dan mampu mengelola kesehatannya,” ujarnya.
Antusiasme peserta dalam kegiatan ini juga cukup tinggi. Dari 33 peserta yang hadir, sebagian besar merupakan pasien hipertensi dan diabetes, bahkan ada beberapa yang pernah mengalami stroke.
“Harapan kami, melalui edukasi ini pasien menjadi lebih pintar mengenai penyakitnya, lebih rajin kontrol, dan minum obat secara teratur. Karena kalau tidak rutin kontrol, risiko komplikasi seperti stroke bisa meningkat,” tutup dr. Farida. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)












