Tekan Kasus DBD, Puskesmas Gunung Samarinda Gencarkan PSN dan Koordinasi dengan Kader

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Puskesmas Gunung Samarinda terus menggencarkan upaya pencegahan dan pengendalian kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan pelibatan aktif kader kesehatan di masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari strategi preventif dan promotif untuk menekan angka penyebaran DBD di wilayah kerja Puskesmas Gunung Samarinda.

Perawat Penanggung Jawab (PJ) Penyakit Menular Puskesmas Gunung Samarinda, Firliani, mengatakan pihaknya tetap melakukan pemantauan intensif terhadap setiap laporan kasus DBD, baik yang ditangani langsung di puskesmas maupun yang terdeteksi melalui fasilitas kesehatan lainnya.

“Pasien yang datang langsung ke Puskesmas dengan kasus DBD hanya satu orang. Namun, kami tetap melakukan pemantauan melalui grup koordinasi DBD se-Kota Balikpapan. Jika ada laporan kasus dari rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain, kami langsung melakukan tracing dan tindak lanjut bersama kader dan Dinas Kesehatan,” jelas Firliani kepada wartawan, Sabtu (8/11/2025).

Ia menambahkan, setiap kali ditemukan kasus baru, petugas segera melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) untuk memastikan tidak ada potensi penularan di sekitar lokasi kasus. Dalam kegiatan tersebut, kader berperan penting sebagai ujung tombak lapangan.

“Kader ini sangat penting karena mereka yang tahu kondisi lingkungan sekitar. Mereka membantu kami memantau dan melaporkan bila ada tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk,” ujarnya.

Sepanjang tahun ini, Firliani menyebutkan jumlah kasus DBD yang tercatat di wilayah Kelurahan Gunung Samarinda sebanyak 49 kasus, sedangkan di Kelurahan Gunung Samarinda Baru tercatat 13 kasus. Angka ini sudah menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Upaya pemberantasan DBD dilakukan secara rutin, salah satunya melalui kegiatan penaburan abate di setiap RT setiap tiga bulan sekali. Selain itu, kader juga aktif menggerakkan masyarakat untuk melaksanakan 3M Plus (menguras, menutup, mengubur, dan mencegah gigitan nyamuk).

“Kami rutin melakukan penaburan abate setiap triwulan, dan jika ada laporan kasus baru, langsung kami tindaklanjuti dengan penyelidikan epidemiologi. Bila diperlukan, kami juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan untuk melakukan fogging,” terang Firliani.

Menurutnya, fokus utama saat ini adalah memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan rumah. Banyak tempat yang kerap terlupakan namun berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk.

“Kadang masyarakat lupa, seperti di dispenser, bak mandi, atau vas bunga. Tempat-tempat kecil seperti itu justru sering jadi tempat berkembang biak nyamuk. Karena itu, PSN harus lebih digencarkan,” tegasnya.

Dengan sinergi antara puskesmas, kader jumantik, dan masyarakat, Puskesmas Gunung Samarinda optimistis angka kasus DBD dapat terus ditekan hingga akhir tahun ini. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *