Puskesmas Gunung Samarinda Ajak Pasien Prolanis Hidup Sehat Lewat Senam Rutin

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Puskesmas Gunung Samarinda terus mendorong peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) agar tetap aktif berolahraga melalui kegiatan senam rutin. Kegiatan tersebut digelar di halaman SMKN 2 Balikpapan, Sabtu (8/11/2025), dan diikuti puluhan peserta Prolanis yang merupakan pasien penderita penyakit kronis seperti diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi.

Kepala Puskesmas Gunung Samarinda, dr. Farida, menjelaskan bahwa senam ini merupakan bagian dari program BPJS Kesehatan yang wajib dilaksanakan secara berkala bagi anggota Prolanis.

“Dari program BPJS, kami memang harus mengadakan senam bagi peserta Prolanis. Saat ini ada sekitar 472 anggota yang terdaftar, dan kegiatan senam rutin dilakukan seminggu sekali,” ujar dr. Farida.

Ia menambahkan, senam biasanya dimulai pukul 07.00 Wita, namun banyak peserta yang datang lebih awal karena antusiasme tinggi. Kegiatan berlangsung sekitar satu jam dengan panduan instruktur yang disesuaikan dengan kondisi peserta, mayoritas berusia lanjut.

“Instrukturnya Pak Santoso sudah sangat cocok dengan ibu-ibu peserta. Gerakannya tidak terlalu berat, sehingga bisa diikuti dengan nyaman oleh peserta lansia,” jelasnya.

Menurut dr. Farida, tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menjaga kebugaran sekaligus mendukung proses penyembuhan pasien.

“Dengan olahraga, peredaran darah menjadi lancar dan hormon kebahagiaan meningkat. Itu sangat membantu pasien untuk merasa lebih sehat dan bahagia, bukan hanya bergantung pada obat-obatan,” tuturnya.

Selain meningkatkan kebugaran, senam rutin juga menjadi bagian dari upaya mengendalikan kadar kolesterol dan menjaga berat badan ideal.

“Setiap enam bulan sekali peserta Prolanis menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk kadar kolesterol. Melalui olahraga rutin, kadar kolesterol bisa lebih terkontrol karena tubuh membakar lemak dengan baik,” tambahnya.

Meski demikian, tidak semua anggota dapat mengikuti kegiatan secara rutin. Beberapa di antaranya memiliki keterbatasan fisik atau kesibukan pekerjaan.

“Ada yang ingin ikut tapi kondisinya tidak memungkinkan, seperti penderita stroke atau yang sulit izin dari tempat kerja. Jadi bukan karena tidak mau, tapi memang terbatas,” ungkapnya.

Untuk menjaga komunikasi, pihak Puskesmas membentuk grup WhatsApp yang berfungsi mengoordinasikan jadwal dan kegiatan. Namun, tantangan tetap ada karena sebagian peserta lanjut usia belum terbiasa menggunakan gawai.

“Sebagian besar informasi disampaikan dari mulut ke mulut. Kami juga memiliki ketua kelompok yang aktif membantu koordinasi dan menggerakkan anggota,” katanya.

Menariknya, komunitas Prolanis Gunung Samarinda ini telah terbentuk sejak tahun 2022 dan kini berkembang menjadi kelompok pasien yang solid.

“Mereka bahkan punya seragam sendiri hasil swadaya anggota, dan kadang mengadakan kegiatan rekreasi bersama. Itu murni inisiatif dari mereka untuk mempererat kebersamaan,” tutur dr. Farida.

Ia berharap, kegiatan senam ini dapat terus berjalan dan menjadi budaya hidup sehat bagi peserta Prolanis.

“Harapan kami, mereka tidak hanya sehat karena obat, tetapi juga karena menerapkan gaya hidup aktif dan bahagia,” pungkasnya. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *