Taman Obat Keluarga (TOGA) Puskesmas Batu Ampar: Kenali Tanamannya, Rasakan Manfaatnya, Rawat Sehatnya dari Rumah

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Di samping gedung Puskesmas Batu Ampar, tumbuh deretan tanaman hijau yang bukan sekadar hiasan halaman. Ia adalah Taman Obat Keluarga (TOGA), ruang edukasi publik yang dirawat oleh tenaga farmasi puskesmas sebagai apotek hidup bagi masyarakat. Di sini, ilmu kesehatan berbaur dengan tradisi, menghadirkan pesan bahwa kesehatan bisa dirawat mulai dari pekarangan rumah.

Penanggung jawab Kesehatan Tradisional (Kestrad) Puskesmas Batu Ampar, Norsanti, A.Md, Farm, menyampaikan bahwa taman TOGA saat ini berfungsi sebagai contoh percontohan tanaman obat, sekaligus pusat informasi yang mudah diakses warga.

“Selama ini taman TOGA kami memang sudah ada sebagai percontohan di samping kantor. Kami lengkapi juga dengan barcode, jadi masyarakat bisa scan untuk mengetahui manfaat dari masing-masing tanaman,” ujar Norsanti pada Kamis (27/11/2025).

Langkah inovatif ini memudahkan warga mengenali tanaman yang selama ini dipakai turun-temurun oleh keluarga di Batu Ampar sebagai obat alami baik untuk tekanan darah tinggi, batuk-pilek, kelelahan, pendarahan ringan, hingga perawatan untuk stamina.

“Ada juga masyarakat yang langsung mengambil tanaman yang kami tanam di sini, karena memang sudah jadi kebiasaan keluarga secara turun temurun. Itu artinya, kepercayaan pada tanaman obat itu sebenarnya sudah ada, tugas kami adalah menguatkan ilmunya,” jelasnya.

Taman Obat Keluarga: Dari Toga ke Rumah, dari Ilmu ke Praktik Harian

Puskesmas secara rutin mengedukasi ibu-ibu di Posyandu dan warga yang berkunjung ke puskesmas tentang manfaat hingga cara meracik tanaman menjadi minuman jamu atau sediaan herbal sederhana. Beberapa tanaman unggulan yang diperkenalkan antara lain:

  • Jahe – bantu hangatkan tubuh, redakan batuk
  • Kunyit – antiinflamasi alami, mendukung daya tahan
  • Mint – memberi efek segar, bantu pernapasan lebih lega
  • Kumis Kucing – di kenal turun-temurun bantu kesehatan tekanan darah & ginjal
  • Daun Salam & Jahe – populer di dapur sekaligus bermanfaat untuk kesehatan metabolisme
  • Sereh, Daun Salam, Seledri, Kunyit, Jahe – mudah di temui di sekitar rumah, kaya manfaat bagi tubuh

“Kami juga mengedukasi tata cara pembuatannya, bagaimana di racik sampai bisa jadi minuman jamu. Tujuannya agar masyarakat tahu bukan cuma apa tanamannya, tapi juga cara bikin dan takarannya yang aman,” tambah Norsanti.

Bangun Kebiasaan Sehat: Ikhtiar Pertama Ada di Rumah

Alih-alih menunggu sakit membesar, Norsanti berharap warga Batu Ampar semakin percaya bahwa pengobatan mandiri berbasis TOGA bisa jadi ikhtiar pertama yang ringan dan aman, khususnya untuk:

  • Batuk dan pilek ringan
  • Badan lelah atau kurang stamina
  • Pencegahan dini sebelum butuh obat kimia
  • Perawatan kesehatan rutin dengan pendekatan alami

“Kalau badannya agak capek-capek atau batuk-pilek ringan, pengobatan mandiri dulu. Manfaatkan tanaman yang ada di sekitar. Kalau butuh penanganan lebih lanjut, kami tetap ada untuk dampingi,” katanya ramah.

Edukasi Toga sebagai Jembatan, Bukan Pengganti

Puskesmas Batu Ampar meneguhkan narasi bahwa TOGA adalah bagian dari strategi pencegahan dini dan pelengkap gaya hidup sehat, bukan menggantikan pemeriksaan medis bila di perlukan. Justru dengan edukasi, masyarakat jadi lebih memahami kapan merawat di rumah dan kapan berkonsultasi ke tenaga kesehatan. Pendekatannya bukan kembali ke masa lalu, melainkan kembali ke yang alami dengan ilmu yang lebih cerdas dan terarah.

Taman Obat Keluarga di Puskesmas Batu Ampar adalah bukti bahwa kesehatan tradisional bisa tumbuh dengan cara kekinian melalui barcode, edukasi terstruktur, dan praktik bersama di Posyandu. Di sini, tanaman tak hanya di kenali lewat nama, tapi lewat manfaat yang bisa di racik sendiri oleh ibu di rumah, menjadikan pekarangan keluarga sebagai garis pertahanan sehat pertama. (yad/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *