Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Upaya Puskesmas Batu Ampar dalam memperkuat derajat kesehatan warga terus berkembang, termasuk dengan pendekatan terapi pendamping berbasis akupresur. Meski layanan klinisnya belum tersedia langsung di puskesmas, langkah yang diambil justru lebih memberdayakan, mengajarkan pasien agar mampu mempraktikkan sendiri terapi ini di rumah.
Dokter umum Puskesmas Batu Ampar, dr. Etik Dian, menyampaikan bahwa akupresur hadir sebagai pelayanan penunjang, bukan pengganti obat, tetapi ketika digabung, hasilnya bisa saling menguatkan khususnya pada pasien hipertensi, diabetes, dan ibu hamil yang mengalami mual di awal kehamilan.
“Kami ajarkan pasien bisa menerapkan sendiri di rumah. Jadi akupresur ini menjadi pendamping, selain minum obat. Ibu hamil kadang masih takut minum obat mual, jadi salah satu solusinya ya akupresur. Kami tunjukkan dulu titiknya, beri contoh langsung, supaya nanti bisa dipraktikkan,” jelas dr. Etik pada Kamis (27/11/2025).
Bagaimana Akupresur Puskesmas Batu Ampar Memberikan Dampak Kesehatan?
Menurut dr. Etik, efek positif terapi ini paling terasa pada pasien yang mau belajar dan mau mencoba, karena akupresur bekerja melalui tekanan pada titik saraf tertentu, mirip seperti akupunktur namun tanpa jarum. “Akupunktur pakai jarum, akupresur pakai tekanan. Jadi ini lebih nyaman, aman, dan lebih mudah di praktikkan sendiri,” tambahnya.

Salah satu titik yang ia ajarkan pada pasien hipertensi adalah titik di kaki, di area antara ibu jari dan jari telunjuk. Titik ini di percaya sebagai area saraf yang berpengaruh pada tekanan darah, sehingga dapat menjadi penunjang penurunan tekanan darah bila di lakukan dengan teknik yang benar. Terapi ini juga memberi ruang bagi ibu hamil:
- Mengatasi mual muntah (morning sickness) tanpa bergantung obat di fase ringan
- Memberi rasa lebih tenang karena ibu bisa “melakukan sesuatu” untuk tubuhnya sendiri
- Menjadi koping positif terhadap kecemasan fisik saat hamil
Peran Akupresur dalam Penyakit Kronis
Pada pasien hipertensi atau diabetes yang sudah mendapat terapi farmakologis, akupresur dapat menjadi tambahan ikhtiar sehat harian: “Kalau dia sudah minum obat penurun darah tinggi, lalu di tambah akupresur, efeknya bisa lebih bagus. Jadi yang kita bangun ini bukan sekadar pengobatan, tapi kebiasaan sehat yang repetitif dan berdampak,” ujar dr. Etik.
Ia menambahkan bahwa akupresur memiliki potensi menjadi alat bantu pencegahan harian, terutama bagi pasien kronis yang butuh pendampingan jangka panjang. Meski saat ini akupresur masih di ajarkan dalam format edukasi dan simulasi langsung ke pasien, dr. Etik menyimpan harapan besar:
“Harapan saya, ke depan bisa ada ruang layanan khusus di sini, ada nakes yang memang fokus akupresur. Sehingga kalau dokter merekomendasikan, kita bisa layani langsung. Kalau berjalan konsisten, bukan tidak mungkin angka hipertensi bisa ikut turun,” katanya. Menurutnya, integrasi layanan medis dan terapi pendamping berpotensi:
- Menambah opsi terapi yang aman, ramah pasien, dan minim stigma
- Meningkatkan kepatuhan minum obat karena pasien merasa ada dukungan tambahan
- Mendorong ikhtiar mandiri di rumah
- Menyumbang penurunan angka hipertensi secara perlahan
- Menekan risiko komplikasi penyakit kronis
Ia bahkan meyakini, jika program ini terus meluas, rantai kecemasan pasien terhadap pengobatan bisa berbalik menjadi rantai pemberdayaan kesehatan. (yad/ADV/Dinkes Balikpapan)






