Edukasi Perlindungan Anak di Puskesmas Batu Ampar: Hadir Mencegah, Menguatkan Keluarga, Menjaga Masa Depan Anak

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Puskesmas Batu Ampar menegaskan komitmennya, memberikan Edukasi Perlindungan Anak, anak harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, dihargai, dan dilindungi. Upaya pencegahan kekerasan pada anak bukan sekadar sosialisasi sesaat, tetapi pendekatan berulang yang menguatkan orang tua, memberi stimulus positif ke anak, dan menata lingkungan rumah sebagai benteng pertama perlindungan.

Penanggung jawab Program Anak Puskesmas Batu Ampar, Feti Handayani, A.Md, Keb, menjelaskan bahwa sepanjang tahun lalu memang sempat di temukan kasus kehamilan di bawah umur yang terjadi di luar pernikahan, yang rata-rata bukan kekerasan seksual, melainkan hubungan konsensual dengan pacar. Namun, puskesmas tidak berhenti pada label kasusnya, melainkan mengurai faktor penyebab dan memperkuat pencegahan di tingkat keluarga dan lingkungan.

“Lingkungan rumah sangat berpengaruh. Ada anak yang tinggal di kontrakan tanpa kamar terpisah, lalu pernah melihat aktivitas orang tuanya. Dari situ muncul rasa penasaran dan keinginan meniru. Yang kita lakukan bukan menghakimi, tapi mengedukasi keluarga supaya punya ruang aman untuk anak,” ujar Feti pada Kamis (27/11/2025).

Edukasi Perlindungan Anak: Rumah yang Responsif = Anak yang Terlindungi

Menurut Feti, edukasi yang di berikan puskesmas kepada orang tua menitikberatkan pada langkah dasar namun berdampak besar, di antaranya:

Sediakan Ruang Terpisah untuk Orang Tua dan Anak

  • Anak butuh batas privasi yang sehat
  • Kehadiran kamar atau ruang sendiri bukan soal mewah, tetapi hak dasar untuk tumbuh aman dan tanpa paparan yang membuat bingung atau penasaran berlebihan

Bangun Komunikasi Terbuka Sejak Dini

  • Orang tua di dorong menjadi tempat bertanya paling nyaman
  • Puskesmas membantu keluarga memahami cara menjawab pertanyaan perkembangan anak dengan tenang dan tanpa stigma

Stimulus Positif untuk Anak, Kurangi Risiko Hariannya

Selanjutnya Upaya puskesmas kepada anak dilakukan lewat pendekatan yang ramah, kreatif, dan membangun kebiasaan eksploratif yang sehat, seperti:

Ajak Anak Bermain & Bereksplorasi

“Edukasi ke anak itu paling banyak kita lakukan lewat mainan. Supaya anak mengeksplor rasa ingin tahunya lewat kegiatan positif, bukan dari paparan yang belum pantas dia lihat,” tutur Feti. Bermain membantu anak:

  • Mengenali emosi
  • Membangun bahasa & respon komunikasi
  • Belajar batas aman tubuhnya
  • Mengalihkan rasa penasaran ke aktivitas yang sesuai dengan usianya

Anak diajarkan memahami bahwa:

  • Tubuhnya berharga
  • Tidak semua sentuhan boleh di lakukan orang lain
  • Mengatakan “tidak” adalah hal yang berani dan benar
  • Bilang ke orang tua adalah langkah terbaik jika ada situasi yang membuatnya tidak nyaman

Selanjutnya Puskesmas pun aktif memutus rantai informasi yang salah, termasuk stigma yang membuat anak atau orang tua enggan datang ke layanan kesehatan untuk berkonsultasi. (yad/ADV/Dinas Kesehatan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *