Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Meniti karier sebagai tenaga kesehatan bukanlah perjalanan yang singkat bagi Puput Vebiana, A.Md.Keb. Bidan yang kini bertugas di Puskesmas Margo Mulyo ini melalui proses panjang, penuh lika-liku, dan keberanian untuk mencoba berbagai kesempatan hingga akhirnya resmi diterima sebagai tenaga P3K pada Mei 2025.
Sebelum bergabung di Puskesmas Margo Mulyo, Puput bekerja di Balai Layanan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) sebagai tenaga honorer. Pada 2024, ia mengikuti tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), namun hasilnya belum berpihak kepadanya. “Mungkin belum rezekinya waktu itu,” ujarnya, Kamis (27/11/2025). Kesempatan itu kemudian datang pada tahun ini. Hasil tes P3K yang ia jalani membawanya ditempatkan di Puskesmas Margo Mulyo mulai Mei 2025.
Puput menamatkan pendidikan di Akademi Kebidanan Borneo Medistra Kota Balikpapan, dan lulus pada 2015. Setelah itu, ia mengikuti sejumlah program magang hingga akhirnya pada Februari 2016 mendapatkan tawaran bekerja di Bidan Dahlia, Gunung Tembak. Jarak tempuh yang jauh dari rumahnya di Jalan Soekarno-Hatta Kilometer 6, tidak menyurutkan tekadnya.
Pihak klinik bahkan memberikan jadwal khusus, tiga hari kerja dan dua hari libur, agar ia dapat pulang-pergi dengan lebih nyaman. “Awalnya perjalanan memakan waktu satu jam, tapi lama-lama terbiasa. Setelah beberapa bulan, rasanya cuma setengah jam,” kenangnya.
Pengalaman Bekerja Puput Vebiana di Berbagai Fasilitas Kesehatan
Perjalanan kariernya berlanjut ketika seorang teman menawarkan pekerjaan di Klinik Avicenna, kawasan Padat Karya. Ia bekerja di sana sejak 2016 hingga 2019. Di tahun 2018, Puput mulai menjalani dua pekerjaan sekaligus. Di mana pagi hari di layanan ABK dan sore hingga malam di Klinik Avicenna. Baru pada 2019 ia sepenuhnya berpindah ke ABK dan bertahan hingga April 2025 sebelum kemudian resmi bergabung dengan Puskesmas Margo Mulyo.
Perjalanan hidup Puput tidak langsung mengarah ke dunia kesehatan. Ketika duduk di bangku SMP, ia justru sangat berminat masuk ke SMK dengan jurusan Tata Boga. Namun, orang tua sempat mendorongnya untuk masuk SMA.
Meski mencoba dua pilihan sekolah, keduanya tidak membuahkan hasil. Hingga sehari sebelum penutupan pendaftaran, ia meminta ayahnya mencoba mendaftarkan ke SMK Negeri 4 Balikpapan dan berhasil diterima.
“Dari dulu memang sukanya Tata Boga. Tapi ternyata hidup membawa saya ke arah yang lain,” ujarnya sambil tersenyum. Setelah lulus SMK, Puput sempat bekerja di dunia perhotelan sebagai waitress hingga kasir restoran selama dua tahun. Perubahan manajemen membuatnya memutuskan untuk keluar.
Saat itulah ayahnya menawarkan agar ia melanjutkan kuliah di bidang kesehatan.
“Awalnya saya takut jarum suntik, takut disuntik. Tapi saya pikir, kan bukan saya yang disuntik, saya yang menyuntik,” tuturnya sambil tertawa. Berawal dari sering mengantar adiknya ke sekolah TK dekat kampus kebidanan, Puput mulai tertarik dengan lingkungan pendidikan itu. Dari sana, tekadnya untuk berkuliah di kebidanan mulai tumbuh hingga akhirnya ia benar-benar menempuh pendidikan tersebut.
Menjadi Bagian dari Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Kini Puput menjadi bagian dari pelayanan kesehatan masyarakat di Puskesmas Margo Mulyo. Ia merasa penempatannya saat ini adalah bagian dari perjalanan panjang yang telah ia jalani sejak 2015. “Rezekinya memang di sini,” ujarnya penuh syukur.
Dengan pengalaman bekerja di berbagai fasilitas kesehatan, dari klinik, layanan ABK, hingga kini puskesmas. Puput berharap dapat terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Balikpapan, khususnya di wilayah Margo Mulyo. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)






