Program Anak Puskesmas Batu Ampar: Jemput Tumbuh, Kawal Kembang, Kuatkan Peran Orang Tua

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Pintu kesadaran kesehatan di Batu Ampar kian terbuka, terutama bagi keluarga yang memiliki balita. Di bawah bendera Program Anak Puskesmas Batu Ampar, upaya memantau tumbuh kembang anak tidak berhenti di meja pemeriksaan, tetapi turun langsung ke lapangan, menyapa ibu-ibu di Posyandu, hingga menggelar kelas edukasi balita untuk membekali orang tua dengan pengetahuan yang benar dan membangun.

Penanggung jawab (Pj) Program Anak Puskesmas Batu Ampar, Feti Handayani, A.Md, Keb, menuturkan bahwa peran orang tua saat ini berkembang sangat positif di banding masa sebelumnya. Orang tua semakin aktif dan terlibat, tidak hanya membawa anak untuk imunisasi, tetapi juga rutin memeriksakan tumbuh kembang.

“Sekarang peran serta orang tua itu sangat bagus sekali. Mereka aktif membawa putra-putrinya ke layanan kesehatan untuk imunisasi maupun layanan tumbuh kembang,” ujar Feti pada Kamis (27/11/2025).

Feti menambahkan, puskesmas juga mengedepankan pendekatan jemput bola, agar layanan kesehatan bisa semakin dekat, semakin mudah, dan semakin ramah bagi keluarga. Tim kesehatan secara rutin hadir di Posyandu untuk memantau perkembangan anak serta menjawab berbagai pertanyaan ibu-ibu yang antusias ingin tahu lebih banyak.

Kelas Ibu Balita: Belajar Bersama Demi Masa Depan Anak

Sebagai bagian dari program, Puskesmas Batu Ampar mengumpulkan ibu-ibu saat penimbangan di Posyandu, lalu mengadakan kelas balita dan penyuluhan. Beragam materi di bahas, dengan standar utama mengacu pada Buku KIA sebagai pedoman pemeriksaan dan edukasi. Beberapa topik yang di ulas, antara lain:

  • Apakah tumbuh dan kembang anak sudah sesuai dengan tahap usianya
  • Cara mengenali pola makan yang ideal untuk setiap tipe anak
  • Upaya mematahkan informasi keliru atau mitos yang berkembang di masyarakat
  • Tips kreatif penyajian makanan agar anak tidak bosan dan mau makan dengan gembira

Tantangan Pola Makan Balita: Solusi yang Sederhana, Dampaknya Luar Biasa

Salah satu temuan yang paling sering di tanyakan ibu-ibu adalah gangguan pola makan pada anak, termasuk perilaku tutup mulut atau menolak makan. Alih-alih menjadi hal yang membuat cemas berlebihan, kondisi ini di tangkap puskesmas sebagai peluang edukasi. Feti menilai bahwa banyak balita hanya butuh pendekatan makan yang berbeda, bukan di paksa atau di marahi.

Menurut Feti, salah satu langkah yang bisa di lakukan ibu di rumah adalah memisahkan penyajian nasi, lauk, dan sayur, bukan mencampurnya jadi satu tumpukan. “Coba penyajiannya terpisah antara nasi, lauk, dan sayur. Ada anak yang bosan kalau di satuin, tapi dia mau makan kalau dia bisa lihat dan pilih sendiri,” jelasnya.

Ia juga mendorong ibu-ibu untuk membuat tampilan makanan lebih variatif misalnya memberi bentuk, warna, atau tekstur penyajian yang berbeda setiap hari, agar waktu makan menjadi momen eksplorasi yang menyenangkan bagi anak.

Penguatan Peran Orang Tua dalam Program Anak Tumbuh Kembang

Gerakan kesehatan balita di Batu Ampar kini semakin hangat dan membangun. Di sini, pelayanan puskesmas bukan hanya menunggu di gedung. Tetapi menjemput keluarga di tengah masyarakat, menguatkan ibu dengan edukasi, dan memastikan setiap anak tumbuh sesuai tahapnya, tanpa kekhawatiran yang dipikul sendiri.

Karena pada akhirnya, di Puskesmas Batu Ampar, yang di bangun bukan hanya angka penimbangan. Tetapi keyakinan orang tua bahwa mereka mampu membentuk generasi yang sehat dan bahagia mulai dari rumah. (yad/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *