Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Di tengah upaya pemerintah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perencanaan keluarga, pilihan kontrasepsi di wilayah kerja Puskesmas Margo Mulyo terus mengalami dinamika. Metode suntik masih menjadi “andalan” para akseptor KB. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, implan mulai menarik perhatian lebih banyak ibu. Ristanti, A.Md.Keb, Penanggung Jawab Program KB Puskesmas Margo Mulyo, melihat adanya perubahan tren yang cukup terlihat selama November. Ia menyebutkan bahwa ada 11 akseptor yang memilih Pemasangan Implan sebagai metode KB mereka bulan ini. Beberapa di antaranya pindah dari metode suntik, sementara sebagian lainnya adalah ibu yang baru melahirkan.
Pemasangan Implan Meningkat di Kalangan Ibu Pascapersalinan
“Banyak ibu yang baru melahirkan memilih implan karena lebih praktis dan tidak perlu bolak-balik ke puskesmas. Ada juga yang pasang sebelum 40 hari pascapersalinan,” ungkap Ristanti, Selasa (25/11/2025).
Menurutnya, peningkatan ini bukan terjadi begitu saja. Petugas kesehatan di Puskesmas Margo Mulyo secara aktif melakukan pendekatan humanis kepada ibu-ibu pasca melahirkan. Momen kontrol di hari kelima hingga ketujuh menjadi waktu yang tepat untuk memberikan edukasi yang lebih tenang dan mendalam.
“Di tahap itu ibu sudah agak pulih, jadi mereka bisa menerima informasi lebih baik. Kita jelaskan pelan-pelan soal kelebihan implan yang bisa bertahan sampai tiga tahun. Banyak yang akhirnya merasa ini pilihan yang lebih nyaman,” tambahnya.
IUD Masih Diminati, Tapi Kekhawatiran Tetap Ada
Meski begitu, metode IUD tetap memiliki peminat tersendiri. Namun Ristanti mengakui bahwa masih ada ibu yang merasa takut dengan proses pemasangannya. Kekhawatiran itu, menurutnya, wajar. Karena itu, petugas selalu ingin berusaha mendampingi dengan memberi penjelasan yang utuh dan juga meyakinkan, agar ibu dapat menentukan metode KB yang paling cocok tanpa rasa terpaksa.
Dengan pendekatan yang mengedepankan kenyamanan dan pemahaman, Puskesmas Margo Mulyo berharap para ibu dapat memilih metode KB yang memang benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka, sehingga kesehatan dan kesejahteraan keluarga tetap terjaga dalam jangka panjang. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)






