Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Ketekunan dan perjalanan panjang dalam dunia kesehatan mengantarkan Dwi Siswati, A.Md.Farm, menjadi salah satu Asisten Apoteker andalan di Puskesmas Margo Mulyo. Sejak pertama kali bergabung pada tahun 2006, ia telah melewati berbagai fase dalam pelayanan kefarmasian, mulai dari bekerja di rumah sakit hingga bertugas di program kesehatan daerah.
Dwi bercerita bahwa ketertarikannya pada dunia kesehatan berawal sejak masa sekolah. Saat menempuh pendidikan di SMK Farmasi di Kediri, Jawa Timur, ia memilih jurusan farmasi karena melihat peluang kerja yang cukup besar. “Teman saya bilang, lulusan farmasi itu cepat dapat kerja. Kakaknya juga langsung diterima bekerja setelah lulus. Dari situ saya tertarik,” ungkapnya, Selasa (25/11/2025)
Meski pada awalnya hanya ikut saran teman, Dwi justru merasa cocok dengan dunia farmasi setelah menjalaninya. “Ternyata seru. Temannya banyak, dan kalau di kesehatan itu lingkungannya luas, orang-orangnya dari berbagai daerah,” kenangnya.
Pengalaman Kerja dan Perpindahan Tugas Dwi Siswati Selama Dua Dekade
Setelah lulus pada 2003, Dwi memulai kariernya sebagai tenaga farmasi di Instalasi Farmasi UGD Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan. Ia bekerja di sana hingga tahun 2006, sebelum mengikuti seleksi penerimaan pegawai pemerintah. “Tahun 2006 ada penerimaan PNS, tapi saya tidak masuk pemberkasan di RSKD. Teman menyarankan untuk mencoba di Pemkot, dan dari situ saya ditempatkan di Puskesmas Margo Mulyo,” jelasnya.
Perjalanan kariernya sempat bergeser ketika pada 2007 ia diperbantukan ke program Jamkesda yang beroperasi di RSKD. Selama tujuh tahun ia bertugas dalam program tersebut hingga akhirnya program digantikan oleh BPJS Kesehatan. Pada 2014, Dwi resmi kembali ke Puskesmas Margo Mulyo dan bertugas di instalasi farmasi hingga saat ini.
Suka Duka dalam Pelayanan Farmasi
Saat ditanya mengenai suka duka bekerja sebagai asisten apoteker, Dwi mengaku lebih banyak merasakan hal positif. “Banyak sukanya. Di sini suasananya semakin solid, dari dulu personelnya sedikit sampai sekarang makin banyak. Kerjanya jadi terasa lebih ringan,” tuturnya.
Interaksi dengan pasien juga menjadi bagian yang ia nikmati. Menurutnya, pasien yang memahami proses pelayanan farmasi membuat pekerjaannya terasa menyenangkan. “Kadang pasien itu ngerti, ‘Oh Mbaknya sendiri ya, di tunggu ya’. Itu rasanya bikin semangat,” katanya.
Meski begitu, Dwi tetap menghadapi tantangan, terutama saat harus bekerja dengan keterbatasan personel atau ketika pasien tidak memahami alur pelayanan. Namun ia menanggapinya sebagai bagian dari proses. “Ya di jalani saja. Namanya pelayanan kan, pasti ada pasang surutnya,” ucapnya.
Komitmen dan Dedikasi Dwi Siswati dalam Pelayanan Kesehatan
Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, Dwi Siswati kini menjadi salah satu tenaga farmasi berpengalaman di Puskesmas Margo Mulyo. Ia berharap pelayanan farmasi terus meningkat dan tetap memberikan pengalaman terbaik bagi masyarakat. “Yang penting kerja sama tim tetap solid, dan pelayanan harus tetap maksimal,” tutupnya.
Perjalanan panjang Dwi menunjukkan bahwa dedikasi dalam dunia kesehatan bukan sekadar profesi, tetapi juga komitmen untuk terus belajar dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)






