Tantangan Besar Pojok UBM: Sebagian Pasien Enggan Ikuti Konseling Berhenti Merokok

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Meski telah berjalan sekitar tiga tahun, Pojok Upaya Berhenti Merokok (UBM) di Puskesmas Gunung Samarinda masih menghadapi tantangan besar dalam menjangkau para perokok aktif.

Penyuluh Kesehatan Masyarakat, Elsa Malinda, S.K.M, mengungkapkan bahwa sebagian pasien yang dirujuk untuk mengikuti konseling justru enggan melanjutkan proses tersebut.

“Tidak semua perokok mau mengikuti konseling, bahkan ada yang sudah dirujuk tetapi pulang sebelum datang ke Pojok UBM,” ungkapnya kepada wartawan saat menghadiri puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Grand City Balikpapan, Minggu (23/11/2025).

Pojok UBM sendiri merupakan layanan konseling berhenti merokok yang tersedia di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Pasien yang datang bisa berasal dari poli umum maupun poli gigi, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter.

Konseling mencakup edukasi mengenai bahaya rokok serta teknik berhenti merokok seperti penundaan, pengurangan, hingga berhenti total.

Selain menunggu rujukan dari poli, tim Pojok UBM juga aktif mendatangi sekolah. Melalui kegiatan screening kesehatan siswa, petugas dapat menemukan siswa yang telah merokok. Selanjutnya, konseling diberikan bersama guru UKS agar perilaku merokok dapat dicegah sejak dini.

Elsa menekankan bahwa rokok memiliki efek adiktif yang kuat, terutama karena kandungan nikotin. Karena itu, ia mengimbau remaja untuk tidak mencoba rokok sama sekali.

“Bagi remaja, jangan memulai merokok. Nikotin menyebabkan kecanduan. Untuk masyarakat yang sudah merokok, kami harap bisa memanfaatkan Pojok UBM untuk berusaha berhenti,” ujarnya.

Dia berharap masyarakat semakin sadar akan bahaya perokok aktif, perokok pasif, dan perokok tangan ketiga sehingga ke depan semakin banyak yang terdorong untuk menjalani hidup lebih sehat. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *