Lintasbalikpapan.com, BANJARBARU – Suasana Aula Panglima Batur PT PLN (Persero) UID Kalselteng, Banjarbaru, Jumat (28/8), terasa berbeda. Di tengah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, tawa dan wajah ceria anak-anak mewarnai sebuah kegiatan yang menghadirkan kepedulian dalam bentuk yang sederhana, tetapi bermakna.
Sebagian anak datang untuk mengikuti khitan massal. Sebagian lainnya merupakan anak-anak Panti Asuhan Rumah Quran yang hadir menerima santunan. Mereka dipertemukan dalam sebuah momentum berbagi yang digelar PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN dan Persatuan Istri Karyawan dan Karyawati (PIKK) PLN.
Bagi anak-anak peserta khitan, hari itu bukan sekadar menjalani sebuah tahapan penting dalam kehidupan mereka. Ada rasa tegang yang perlahan berubah menjadi keberanian ketika mereka mendapatkan pendampingan dari panitia dan tim medis.
Khitan massal tersebut dikoordinasikan Ketua PIKK PLN UPP KLT 4, Duma Ismail, yang juga merupakan dokter. Ia bersama tim medis memberikan pelayanan sekaligus mendampingi anak-anak selama proses berlangsung.
Tim medis yang terlibat terdiri dari dr. Dumaria Ketty Siagian, Sp.B, M.Kes, FInaCS, FICS; dr. Helita Juliet Tangka, Sp.B, M.Kes; Endang Suparto, S.Kep., Ners., M.K.K.K.; serta Ns. Heri Anggriawan AdiSucipto, S.Kep.
Pendampingan tersebut membuat suasana khitan terasa lebih hangat. Anak-anak tidak hanya mendapatkan pelayanan medis, tetapi juga perhatian agar mereka merasa tenang menghadapi proses yang bagi sebagian dari mereka mungkin menjadi pengalaman baru.
Di tempat yang sama, kebahagiaan juga hadir bagi anak-anak Panti Asuhan Rumah Quran. Melalui YBM PLN, santunan disalurkan sebagai bentuk kepedulian keluarga besar PLN kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ketua PIKK PLN UIP KLT, Rina Dewanto, mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sengaja dimaknai lebih dari sekadar kegiatan seremonial. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk menghadirkan kebahagiaan secara langsung bagi anak-anak.
“Kami ingin peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Ada kebahagiaan yang ingin kami hadirkan bagi anak-anak yang mengikuti khitan massal maupun anak-anak di panti asuhan,” ungkap Rina.
Menurut Rina, kolaborasi antara PIKK dan YBM PLN diharapkan mampu memperluas manfaat kegiatan. Persiapan pun telah dilakukan sejak Juli hingga Agustus 2026, mulai dari pendataan peserta khitan sesuai kriteria, penentuan penerima santunan hingga persiapan teknis pelaksanaan.
Bagi PLN UIP KLT, kepedulian seperti ini menjadi bagian dari cara perusahaan hadir di tengah masyarakat. Pembangunan infrastruktur kelistrikan memang menjadi tugas utama, namun keberadaan PLN juga ingin dirasakan melalui aksi sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Mewakili General Manager PLN UIP KLT, Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP KLT, Raditya Kuntoro, mengatakan kepedulian kepada masyarakat menjadi bagian dari kehadiran PLN di tengah pembangunan yang terus berlangsung di Kalimantan.
“PLN UIP KLT hadir tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur kelistrikan untuk mendukung kemajuan Kalimantan, tetapi juga melalui kepedulian kepada masyarakat. Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW ini kami maknai sebagai kesempatan untuk berbagi dan menghadirkan kebahagiaan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Raditya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi juga menjadi keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat.
Sementara itu, Ketua YBM PLN UIP KLT, Yanuar Hendra Pribadi, menuturkan bahwa santunan yang diberikan merupakan bagian dari amanah yang dihimpun YBM PLN untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“YBM memiliki amanah untuk menyalurkan kepedulian dari keluarga besar PLN kepada mereka yang membutuhkan. Melalui kolaborasi bersama PIKK dalam momentum Maulid Nabi ini, kami dapat menghadirkan manfaat dalam bentuk yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat,” tutur Yanuar.
Keceriaan anak-anak pun menjadi warna tersendiri sepanjang kegiatan. Di satu sisi, anak-anak peserta khitan mendapatkan perhatian dari tim medis dan panitia. Di sisi lain, anak-anak Panti Asuhan Rumah Quran menerima santunan dalam suasana penuh kekeluargaan.
Momen tersebut menunjukkan bahwa kepedulian tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang besar. Terkadang, perhatian, keberanian untuk mendampingi, dan sedikit kebahagiaan yang diberikan kepada anak-anak mampu meninggalkan kesan yang jauh lebih dalam.
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini, PLN UIP KLT bersama YBM dan PIKK PLN berharap semangat berbagi dapat terus tumbuh. Sebab, di balik pembangunan infrastruktur dan besarnya kebutuhan listrik untuk pertumbuhan Kalimantan, ada pula energi lain yang tak kalah penting: kepedulian untuk sesama.
Energi itulah yang pada hari itu hadir dalam bentuk senyum anak-anak, keberanian mengikuti khitan, dan kebahagiaan sederhana ketika sebuah bantuan diberikan dengan penuh perhatian. (*)






