Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying terhadap bahan bakar minyak (BBM) maupun kebutuhan pokok di tengah dinamika geopolitik yang berkembang di kawasan Timur Tengah.
Imbauan tersebut disampaikan Rahmad saat menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah di Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Center pada Jumat (6/3/2026) malam.
Rahmad mengatakan, masyarakat tidak perlu panik meskipun saat ini beredar isu mengenai potensi kelangkaan BBM akibat konflik yang terjadi di Timur Tengah.
Kekhawatiran tersebut muncul setelah beredarnya informasi mengenai kemungkinan penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dunia. Jika jalur tersebut terganggu, pasokan minyak global dikhawatirkan ikut terdampak, termasuk distribusi energi ke Indonesia.
Rahmad juga menegaskan pemerintah terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan ketersediaan pasokan BBM tetap aman.
“Jangan panic buying. Baik untuk BBM maupun sembako. Jangan panik, pemerintah insya Allah mengurus,” ujar Rahmad.
Menurutnya, kepanikan masyarakat justru dapat memperburuk kondisi di lapangan. Pembelian secara berlebihan berpotensi membuat stok yang sebenarnya cukup untuk jangka waktu tertentu menjadi cepat habis.
Ia mencontohkan, kebutuhan yang seharusnya dapat mencukupi masyarakat selama satu bulan bisa habis dalam waktu singkat jika terjadi pembelian berlebihan.
“Kalau panik, yang jatahnya satu bulan bisa jadi habis dalam seminggu,” katanya.
Rahmad juga menyampaikan bahwa Pertamina telah memastikan ketersediaan BBM di wilayah Balikpapan dan sekitarnya dalam kondisi aman. Karena itu, ia kembali meminta masyarakat untuk tetap tenang dan membeli kebutuhan sesuai kebutuhan sehari-hari.
“Pertamina sudah memastikan stok aman. Jadi yang penting satu, jangan panik,” tegasnya.
Pemerintah Kota Balikpapan, lanjut Rahmad, juga terus melakukan pemantauan terhadap distribusi BBM dan kebutuhan pokok di berbagai titik, termasuk di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan pasar-pasar tradisional. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terjadi gangguan distribusi yang dapat memicu kelangkaan di masyarakat. (yud)












