DPRD Soroti Maraknya Penjual Tisu di Simpang Jalan Jelang Idulfitri

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN — Maraknya penjual tisu di sejumlah persimpangan lampu merah dan pinggir jalan di Kota Balikpapan menjelang Hari Raya Idulfitri 1477 Hijriah mendapat perhatian dari kalangan DPRD. Anggota Komisi I DPRD Kota Balikpapan, Hj. Muliati, menilai fenomena tersebut perlu menjadi perhatian bersama, baik dari pemerintah maupun masyarakat.

Menurut Hj. Muliati, menjaga ketertiban kota selama bulan suci Ramadan merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengatakan Komisi I DPRD Balikpapan juga terus mendorong koordinasi dengan aparat penegak peraturan daerah, khususnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), agar kondisi kota tetap kondusif.

“Kami dari Komisi I tentu berharap ada kerja sama dengan Satpol PP dan petugas terkait untuk menjaga ketertiban selama bulan suci Ramadan. Harapannya Kota Balikpapan bisa lebih tenteram dan kondusif,” ujarnya, Jumat (6/3/2026)

Ia menambahkan, fenomena munculnya pedagang di persimpangan jalan sebenarnya kerap terjadi menjelang hari-hari besar keagamaan, termasuk menjelang Lebaran. Banyak masyarakat yang memanfaatkan momen tersebut untuk mencari tambahan penghasilan dengan menjual berbagai barang kecil, seperti tisu.

Namun di sisi lain, aktivitas tersebut dinilai berpotensi menimbulkan gangguan terhadap ketertiban dan keselamatan lalu lintas jika tidak diatur dengan baik. Terlebih jika para pedagang berada terlalu dekat dengan badan jalan atau berpindah-pindah di antara kendaraan yang sedang berhenti.

Selain fenomena pedagang di persimpangan, Muliati juga menyoroti aktivitas lain yang kerap muncul selama Ramadan, seperti balap liar atau keramaian di jalan menjelang waktu sahur. Menurutnya, hal tersebut juga perlu menjadi perhatian agar tidak mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Fenomena seperti ini memang sering muncul di bulan Ramadan, misalnya anak-anak yang berkumpul di jalan atau balapan menjelang sahur. Ini tentu perlu perhatian bersama agar tidak mengganggu ketertiban,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa upaya menjaga ketertiban kota tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat penegak aturan semata. Kesadaran masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.

Sebagai wakil rakyat, Hj. Muliati mengaku pihaknya akan terus mendorong koordinasi antara pemerintah daerah dan instansi terkait agar kondisi kota tetap terjaga, terutama pada momen Ramadan hingga Idulfitri yang biasanya diiringi peningkatan aktivitas masyarakat.

“Sebagai perwakilan rakyat tentu kami berharap yang terbaik untuk Kota Balikpapan. Namun kembali lagi kepada kesadaran masing-masing masyarakat agar bisa bersama-sama menjaga ketertiban,” tuturnya.

Dia berharap melalui kerja sama antara pemerintah, aparat penegak aturan, dan masyarakat, suasana Kota Balikpapan selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri dapat tetap aman, nyaman, dan kondusif, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang. (yud/ADV/DPRD Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *