Lintasbalikpapan.com – Laga antara Real Madrid dan Celta Vigo dalam lanjutan La Liga menghadirkan drama hingga detik terakhir. Bertanding di Stadion Balaídos, Sabtu (7/3) dini hari waktu Indonesia, Los Blancos akhirnya pulang dengan kemenangan tipis 2-1 setelah melalui pertandingan yang penuh tekanan.
Pertandingan ini menjadi momen penting bagi Madrid untuk bangkit. Sebelumnya, tim asuhan Carlo Ancelotti tersebut menelan dua kekalahan beruntun di kompetisi domestik, yakni saat menghadapi Osasuna dan Getafe CF. Hasil negatif itu membuat laga tandang ke Vigo terasa seperti ujian mental bagi skuad ibu kota.
Sejak menit awal, Madrid langsung menunjukkan niat menyerang. Upaya mereka membuahkan hasil cepat ketika Aurélien Tchouaméni membuka keunggulan pada menit ke-11. Gelandang asal Prancis tersebut menyelesaikan peluang dengan tenang untuk membawa tim tamu unggul lebih dulu.
Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Tuan rumah yang tampil percaya diri di depan pendukungnya berhasil menyamakan kedudukan melalui Borja Iglesias pada menit ke-25. Gol tersebut membuat pertandingan kembali terbuka dan meningkatkan intensitas duel di lapangan.
Pertahanan Celta Vigo Membuat Real Madrid Frustrasi
Setelah skor kembali imbang, pertandingan berubah menjadi duel strategi yang menarik. Madrid berusaha meningkatkan tekanan, tetapi lini belakang Celta Vigo tampil disiplin dan sulit ditembus.
Para pemain seperti Vinícius Júnior terus mencoba membongkar pertahanan lawan melalui pergerakan cepat di sisi sayap. Meski demikian, organisasi permainan Celta membuat banyak serangan Madrid terhenti sebelum mencapai area berbahaya.
Menjelang akhir babak pertama, justru tuan rumah yang hampir membalikkan keadaan. Peluang emas datang dari Williot Swedberg, tetapi penyelamatan gemilang dari Thibaut Courtois menjaga skor tetap 1-1 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Madrid tetap mempertahankan pola permainan menyerang. Ada momen kontroversial ketika bola mengenai tangan Ferran Jutglà di dalam kotak penalti. Namun setelah peninjauan VAR, wasit memutuskan tidak memberikan penalti karena terjadi pelanggaran lebih dulu dalam proses serangan. Keputusan tersebut membuat para pemain Madrid harus bekerja lebih keras untuk menemukan celah di pertahanan lawan.
Gol Valverde di Injury Time Selamatkan Real Madrid
Saat pertandingan memasuki menit-menit akhir, ketegangan semakin terasa. Kedua tim sama-sama berusaha mencetak gol kemenangan, sementara tempo permainan meningkat drastis. Celta Vigo bahkan hampir saja membuat kejutan. Kapten tim Iago Aspas melepaskan tembakan keras yang berhasil melewati Courtois. Beruntung bagi Madrid, bola hanya membentur tiang gawang sehingga skor tetap imbang.
Ketika pertandingan tampak akan berakhir dengan hasil seri, drama besar terjadi pada masa injury time. Pada menit keempat tambahan waktu, gelandang Uruguay Federico Valverde muncul sebagai pahlawan. Valverde berhasil mencetak gol penentu yang membuat Madrid unggul 2-1. Gol tersebut langsung memicu selebrasi besar dari para pemain Los Blancos karena kemenangan akhirnya berhasil diamankan.
Hasil ini tidak hanya memberikan tiga poin penting bagi Real Madrid, tetapi juga menjadi bukti mental kuat tim dalam situasi sulit. Setelah sempat diragukan akibat dua kekalahan sebelumnya, kemenangan dramatis ini menunjukkan bahwa Los Blancos masih memiliki daya juang tinggi dalam perebutan posisi di papan atas La Liga.
Bagi Celta Vigo, kekalahan ini terasa menyakitkan karena mereka sebenarnya tampil solid sepanjang pertandingan. Meski demikian, performa tim tuan rumah tetap menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dengan klub-klub besar di kompetisi musim ini.
Dengan kemenangan dramatis di Balaidos, Real Madrid kini kembali mendapatkan momentum penting untuk melanjutkan perjalanan mereka di La Liga.






