Ini Tips Merawat dan Menjaga Kesehatan Gigi dari Puskesmas Batu Ampar

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Senyum sehat bukan hadiah instan, melainkan hasil perawatan kecil yang dilakukan konsisten. Di Puskesmas Batu Ampar, dokter gigi drg. Puji Astuti menekankan bahwa kunci kesehatan gigi dan mulut sebenarnya sangat sederhana, tetapi membutuhkan satu hal utama: kepedulian.

“Yang pertama itu memang harus peduli, baik untuk kita sendiri ataupun anak-anak. Jadi jangan datang ke dokter gigi kalau pas sakit,” ujarnya saat ditemui di poli gigi puskesmas pada Rabu (26/11/2025).

Menurut drg. Puji, proses kerusakan gigi terjadi secara perlahan dan dalam waktu panjang. Karena itu, melakukan kontrol setiap enam bulan sekali ke dokter gigi merupakan langkah efektif untuk menemukan masalah sejak dini, sebelum berkembang menjadi nyeri yang mengganggu aktivitas makan, tidur, hingga fokus belajar anak.

“Enam bulan itu cukup bagi kita untuk mengetahui masalah dari awal. Jadi kontrol rutin itu bukan tentang sakit, tapi tentang mencegah biar nggak sakit,” katanya dengan nada meyakinkan.

Tak hanya aspek medis, drg. Puji juga menyoroti pentingnya membangun pengalaman positif anak terhadap layanan kesehatan, termasuk poli gigi. Salah satunya ialah menghindari menakut-nakuti anak tentang dokter gigi atau puskesmas.

“Jangan menakut-nakuti anak kecil kalau ke dokter gigi atau puskesmas akan disuntik. Karena nanti dia terstigma, jadi takut,” jelasnya.

Ia menilai, stigma itu yang kemudian menunda orang tua membawa anak periksa di awal, hingga akhirnya anak baru dibawa saat sudah menangis kesakitan. Padahal, jika datang lebih cepat, tindakan bisa jauh lebih ringan, bahkan tanpa rasa sakit yang berarti.
Berikut adalah tips kunci dari Poli Gigi Puskesmas Batu Ampar untuk menjaga kesehatan gigi di rumah dan lingkungan:

  1. Kontrol Rutin 6 Bulan Sekali
    • Periksa gigi meski belum sakit
    • Deteksi dini membuat penanganan lebih mudah dan nyaman
  2. Ciptakan Narasi Positif untuk Anak
    • Ganti ancaman dengan edukasi dan rasa aman
    • Hindari menakut-nakuti soal suntik agar anak tidak trauma atau takut ke dokter gigi
  3. Sikat Gigi Teratur: Pagi & Malam Sebelum Tidur
    • Simpel, tapi paling berdampak
    • Pastikan dilakukan sebelum tidur, bukan setelah minum/manis saat sudah di kasur
  4. Batasi Makanan Manis dan Lengket
    • Bukan hanya kandungan gulanya, tetapi sifat lengketnya
    • Contoh: roti mengandung gula dan mudah menempel di permukaan gigi
    • Sisa makanan lengket yang tidak tersikat sempurna akan berubah jadi asam, pemicu lubang gigi
  5. Perhatikan Kebiasaan Minum Susu pada Balita
    • Anak yang minum susu botol — terutama formula — sambil tidur, punya risiko lebih tinggi karena gula susunya tergenang
    • Solusi sederhana:
    o Selingi dengan air putih
    o Sediakan botol kedua berisi air putih agar tidak ada cairan bergula yang menetap di lidah dan gigi dalam waktu lama

Cara menjaga kesehatan gigi tidak memerlukan ritual rumit. Ia dimulai dari kepedulian, dilanjutkan dengan kontrol rutin, dan dikuatkan oleh kebiasaan makan dan menyikat gigi yang benar di rumah.

Di Batu Ampar, edukasi ini terus dibawa ke sekolah dan masyarakat sebagai ajakan membangun generasi yang berani periksa lebih awal, nyaman dirawat, dan percaya bahwa dokter gigi adalah sahabat senyum, bukan tempat menunggu sakit.

Karena, seperti kata drg. Puji, “yang kecil-kecil ini kalau dibiasakan, dampaknya besar untuk masa depan.” (yad/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *