Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Di balik layanan kesehatan Puskesmas Margo Mulyo, terdapat sosok perawat yang tak hanya berdedikasi, tetapi juga memiliki perjalanan karier panjang penuh konsistensi. Ia adalah Yuni Wardana, A.Md.Kep, seorang perawat yang kini menjadi salah satu tenaga penting di Puskesmas Margo Mulyo.
Sejak kecil, Yuni sudah memendam keinginan untuk terjun ke dunia kesehatan. Ia bercita-cita masuk Sekolah Perawat Kesehatan (SPK), namun pada masanya, SPK telah ditutup tepat satu tahun sebelum ia lulus SMP. “Jadi akhirnya saya lanjut SMA dulu,” kenangnya, Selasa (25/11/2025)
Perjalanan Karier Yuni Wardana di Berbagai Puskesmas
Setelah lulus SMA, Yuni mencoba peruntungan dengan mendaftar di berbagai institusi pendidikan kesehatan. Yakni Poltekkes Kaltim. Ia lulus pada 2005, kemudian resmi wisuda pada Oktober 2005. Tak lama berselang, keberuntungan menghampirinya. Ia diterima sebagai PNS di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada April 2006.
“Waktu itu Balikpapan hanya buka satu formasi perawat, sedangkan Penajam butuh sebelas perawat dan sebelas bidan. Jadi peluangnya lebih besar,” ujarnya. Atas dukungan keluarga, ia pun memutuskan mengikuti tes di PPU dan dinyatakan lulus.
Penempatan pertama Yuni adalah di salah satu Puskesmas Pembantu di Tanjung, selama hampir tiga tahun. Setelah itu ia dipindahkan ke Pustu Giri Mukti dan bertugas di sana selama lima tahun. Pada 2009 atau 2010, Yuni mendapatkan penugasan baru di Puskesmas Induk Petung, tempat ia mengabdi hingga 2023.
Total, Yuni menghabiskan 17 tahun perjalanan kariernya di Penajam, meski setiap hari harus menempuh perjalanan jauh pulang-pergi ke Balikpapan. Semua di jalaninya demi keluarga, karena suami bekerja di Samarinda dan kedua anak tinggal di Balikpapan. “Dulu di Penajam mencari dokter anak susah, rumah sakit cuma satu dan jauh. Orang tua saya semua tinggal di Balikpapan, jadi saya tetap menetap di sini,” ceritanya.
Perpindahan Tugas dan Dedikasi yang Tidak Pernah Padam
Pada 2022, dorongan dari rekan sejawat membuatnya memberanikan diri mengurus mutasi. Perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil pada Agustus 2023, saat SK mutasinya keluar. Ia sempat di tugaskan di Puskesmas Karang Joang selama satu tahun lima bulan sebelum akhirnya diperbantukan ke Puskesmas Margo Mulyo mulai Februari 2024.
Penempatan Yuni di Puskesmas Margo Mulyo bukan tanpa alasan. Unit tersebut kekurangan tenaga perawat, karena sebelumnya hanya di isi oleh dua orang, sementara beberapa staf adalah tenaga kontrak luar. Untuk memastikan pelayanan tetap berjalan optimal, Yuni di tarik untuk memperkuat tim.
Meski perjalanan kariernya tidak selalu mudah, Yuni mengaku tetap menikmati profesinya. Ia merasa dunia kesehatan sudah menjadi tempatnya tumbuh dan mengabdi. “Senang rasanya kalau bisa membantu orang sakit dengan kemampuan yang kita punya. Ada kepuasan tersendiri,” tuturnya.
Komitmen pada Keluarga dan Pengabdian
Bagi Yuni, kesuksesan tidak harus di tandai dengan jabatan tinggi. Ia lebih mengutamakan keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga. “Harapan saya sederhana, yang penting bisa menjalankan tugas dengan baik sampai selesai. Keluarga dan pekerjaan tetap aman berjalan beriringan,” ujarnya.
Dengan dedikasi puluhan tahun, Yuni Wardana menjadi contoh nyata tenaga kesehatan yang bekerja bukan hanya karena kewajiban, tetapi karena panggilan hati dan komitmen untuk terus mengabdi bagi masyarakat. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)






