Puskesmas Gunung Samarinda Targetkan Cakupan BIAS 95 Persen

Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Puskesmas Gunung Samarinda menargetkan cakupan 95 persen untuk pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) tahun ini. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen puskesmas dalam memastikan kesehatan jangka panjang anak-anak di wilayah Balikpapan Utara, khususnya melalui perlindungan dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Namun, perjalanan menuju target tersebut tidak sepenuhnya mulus. Di lapangan, petugas masih menemui sejumlah tantangan, terutama penolakan dari sebagian kecil orang tua siswa.

Sarina Amd.Keb, Penanggung Jawab Program BIAS di Puskesmas Gunung Samarinda, mengungkapkan bahwa alasan penolakan biasanya beragam.

“Biasanya kalau kita tahu alasannya, kita bisa menjelaskan. Ada orang tua yang menolak karena anaknya baru sembuh sakit. Setelah kita periksa dan jelaskan kondisinya aman untuk imunisasi, akhirnya mereka setuju,” jelas Sarina dengan nada tenang.

“Namun memang selalu ada satu dua orang yang tetap menolak tanpa alasan yang jelas,” tambahnya di sela-sela kegiatan BIAS di SDN 30, Gunung Samarinda Baru, Senin (24/11/2025).

Meski menghadapi situasi seperti itu, pihak puskesmas memilih untuk tetap mengedepankan pendekatan persuasif. Menurut Sarina, edukasi menjadi senjata utama dalam membangun kepercayaan masyarakat.

“Kami hanya bisa memberikan penjelasan, menyampaikan manfaat imunisasi, dan meyakinkan orang tua bahwa vaksin itu penting untuk perlindungan anak mereka. Keputusan akhirnya tetap kami serahkan kepada orang tua,” ujarnya.

Program BIAS tahun ini menyasar ribuan siswa dari berbagai sekolah dasar. Total, lebih dari 5.000 anak berada dalam cakupan wilayah kerja Puskesmas Gunung Samarinda. Dengan jumlah yang besar tersebut, partisipasi orang tua sangat menentukan keberhasilan program imunisasi.

Di tengah tantangan yang ada, semangat para petugas kesehatan di lapangan tidak surut. Mereka terus berharap agar semakin banyak orang tua yang sadar bahwa imunisasi bukan hanya program rutin, tetapi investasi kesehatan untuk masa depan anak-anak mereka. (yud/ADV/Dinkes Balikpapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *