Lintasbalikpapan.com, BALIKPAPAN – Puskesmas Gunung Samarinda terus memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak melalui edukasi nutrisi bagi ibu hamil dalam rangkaian kegiatan Kelas Ibu Hamil. Edukasi ini menjadi salah satu fokus penting karena gizi yang tepat selama kehamilan sangat berpengaruh pada kesehatan ibu maupun tumbuh kembang janin.
Ahli Madya Kebidanan Puskesmas Gunung Samarinda, Ruju Astuti, A.Md.Keb, menjelaskan bahwa pemantauan gizi ibu hamil dilakukan sejak awal kehamilan. Pemeriksaan tersebut mencakup berat badan, kondisi nutrisi, hingga kebutuhan kalori yang harus dipenuhi sesuai kondisi masing-masing ibu.
“Dari awal kehamilan itu sudah ada pemeriksaan ibu hamil, dari berat badan kemudian nutrisi apa aja sih yang harus ada untuk ibu hamil, misalnya jika kurang kalori atau sebaliknya,” ujarnya pada Sabtu (22/11/2025).
Menurut Ruju, setiap ibu hamil memiliki kebutuhan gizi dan batasan kenaikan berat badan yang berbeda. Bagi ibu hamil dengan obesitas, kenaikan berat badan ideal berada pada kisaran 5–9 kilogram sepanjang kehamilan.
Sementara ibu hamil dengan indeks massa tubuh normal berada pada rentang 7–16 kilogram. Adapun untuk ibu hamil dengan kondisi KEK (Kekurangan Energi Kronis), kenaikan berat badan yang dianjurkan bisa mencapai 18 kilogram agar perkembangan janin optimal.
Penentuan berat badan ideal ibu hamil ini sangat penting untuk memastikan bayi lahir dengan berat normal. “Itu semua bertujuan supaya nanti berat badan lahir itu normal. Berat bayi normal itu di kisaran 2,5 kg sampai 3,5 kg. Kalau bayi terlalu kecil atau terlalu besar juga nggak bagus,” tambah Ruju.
Melalui edukasi ini, Puskesmas Gunung Samarinda ingin memastikan para ibu memahami pentingnya nutrisi seimbang selama kehamilan, mulai dari kebutuhan karbohidrat, protein, lemak sehat, hingga vitamin dan mineral seperti zat besi, kalsium, dan asam folat. Selain itu, ibu juga diedukasi mengenai pola makan teratur, aktivitas fisik aman, serta pemantauan rutin sesuai standar 12T dalam Buku KIA.
Edukasi gizi dalam Kelas Ibu Hamil menjadi upaya puskesmas dalam mencegah risiko kehamilan seperti bayi lahir dengan berat rendah, risiko stunting, hingga komplikasi saat persalinan. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan para ibu dapat menjaga kehamilan dengan lebih optimal dan melahirkan bayi sehat sesuai standar berat badan ideal.
Program ini juga memberikan ruang bagi ibu hamil untuk bertanya langsung mengenai kondisi mereka, sehingga setiap peserta mendapatkan informasi yang relevan dengan kebutuhan masing-masing. Puskesmas Gunung Samarinda menegaskan komitmennya untuk terus memberikan layanan edukatif dan preventif demi meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di wilayahnya. (yad/ADV/Dinkes Balikpapan)






